Ponsel Flagship LG Dijuluki 'Judy' Adopsi Snapdragon 845?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 17 Februari 2018 13:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 17 57 1860763 ponsel-flagship-lg-dijuluki-judy-adopsi-snapdragon-845-0j1thqW2Ik.jpg (Foto: Chris Velazco/Engadget)

JAKARTA - LG kabarnya bakal menghadirkan ponsel terbaru yang diberi nama Judy. Hal ini diketahui melalui pembocor informasi gadget terbaru, Evan Blass.

Dilansir Engadget, Sabtu (17/2/2018), Judy akan memiliki layar 6,1 inci dengan rasio layar 18:9 dan didukung teknologi yang memungkinkan perangkat dengan kecerahan tinggi 800 nit.

Perangkat mengonsumsi energi yang lebih rendah, sekira 35 persen lebih hemat energi ketimbang panel IPS LCD. Dengan demikian, pengguna tetap bisa memakai ponsel di luar ruangan pada siang hari tanpa harus khawatir boros baterai.

Informasi yang beredar mengungkapkan, ponsel anyar LG akan diperkuat prosesor Snapdragon 845 dengan RAM 4GB. Selain itu, perangkat akan mendukung kamera belakang dual 16MP dengan optik kaca dan aperture f/1.6, speaker stereo, visual HDR, anti air dan pengisian daya nirkabel.

Perusahaan juga mungkin mengandalkan teknologi kamera dari upgrade V30 yang akan datang.

Baca juga: 5 Smartphone yang Meluncur di 2018

Pengguna mungkin tidak akan menemukan ponsel ini di Mobile World Congress pada akhir Februari. Dilaporkan bahwa LG meluncurkan Judy pada Juni, waktu yang lebih mundur dari biasanya.

Sebelumnya dilaporkan, LG dikabarkan bersiap meninggalkan pasar ponsel di China, menurut laporan media lokal setempat. Kabar ini merebak setelah hasil laporan keuangan LG selama 2017, menurut laman GSM Arena.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Jika Ponsel Basah Terguyur Air Hujan

Secara umum, kondisi pendapatan LG Electronics baik, namun, bagian perangkat mobile membukukan kerugian operasional sebesar 192 juta dolar pada kuartal empat akibat persaingan ketat dengan merk dari China, berdasarkan informasi dalam keterangan pers.

Merk ponsel asal China terbukti laku keras di rumahnya sendiri, sehingga LG dikabarkan hanya mampu menjual 160.000 unit sepanjang 2016, dari total pengiriman 480 juta.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini