Kisah Alessandro Volta sang Penemu Batu Baterai

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 21 56 1862744 kisah-alessandro-volta-sang-penemu-batu-baterai-pRqFSD1yEI.jpg (Foto: Indiatoday)

JAKARTA - Alessandro Volta dengan nama lengkap Conte Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta lahir pada 18 Februari 1745 di Como, Lombardy, Italia. Alessandro merupakan fisikawan Italia dengan penemuan baterai listriknya menjadi sumber arus berkelanjutan pertama.

Dilansir dari Britannica, Volta menjadi professor fisika di Royal School of Como pada 1775, ia memiliki ketertarikan terhadap listrik sehingga mendorongnya untuk memperbaiki elektroforesis, alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik statis.

Ia menemukan dan mengisolasi gas metana pada 1776 dan tiga tahun kemudian ia diangkat menjadi ketua di University of Pavia. Di 1791 teman Volta, Luigi Galvani mengumumkan bahwa kontak dua logam berbeda kekuatannya menghasilkan generasi arus listrik.

Galvani menafsirkan bahwa itu sebagai bentuk baru dari listrik yang ditemukan di kehidupan dengan sebutan “animal electricity”, sedangkan Volta merasa bahwa kodok hanya melakukan arus yang mengalir di antara dua logam yang ia sebut sebagai “listik metalik”.

Tahun 1792 Volta mulai bereksperimen dengan logam saja, di mana ia akan mendeteksi aliran listrik yang lemah antara piringan logam yang berbeda dengan menempatkannya di lidah. Volta pun menemukan bahwa ternyata jaringan hewan tidak diperlukan dalam menghasilkan arus. Tentunya hal ini memicu banyak kontroversi antara penganut hewan-hewan dan pendukung listrik logam.

Baca juga: Daftar Penemu Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Tahun 1800 baterai listrik pertama yang diyakinkan Volta mendapatkan kemenangan. Dikenal sebagai pasukan Volta, baterai Volta terdiri dari tembaga dan timah yang dipisahkan oleh kertas atau kain yang direndam di air garam atau sodium hidroksida.

Baca juga: Mikhail Kalashnikov sang Penemu AK-47 yang Menyesali Inovasinya

Dalam enam Minggu kemudian, ilmuwan Inggris Willia Nischolson dan Antony Carlisle menggunakan voltaic untuk menguraikan air menjadi oksigen dan hidrogen sehingga menemukan elektrolisis dan menciptakan medan elektrokimia.

Pada 1801 di Paris, Volta memberikan demonstrasi tentang arus listrik baterainya sebelum Napoleon. Hal ini menjadikan Volta seorang senator kerajaan Lombardy dan Kaisan Austria Perancis menjadikannya direktur di Fakultas Filosofi di University of Padua pada 1815 .

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini