Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bad News, Game Khusus Pelajari Teknik Penyebaran Hoax

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 08:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 22 326 1863387 bad-news-game-khusus-pelajari-teknik-sebar-hoax-7rypXX2nOs.png (Foto: Bad News)

JAKARTA Hoax atau berita palsu telah menjadi masalah yang dihadapi berbagai negara di dunia. Tak hanya diatasi oleh berbagai perusahaan media sosial, hoax juga telah menjadi perhatian pemerintah.

Demi menangkal hoax, kini University of Cambridge membuat game yang dirancang mampu membantu pengguna memahami teori hoax dan konspirasi palsu yang menyebar secara online. Game tersebut dinamakan “Bad News”.

Baca: Gamer Metal Gear Survive Dilarang Jatuh Cinta, Kok Bisa?

Game ini akan memungkinkan gamer membangun media sosial serta memilih judul utama dan gambar untuk dibagikan ke pengguna imaginer mereka.

Kreator game ini mengatakan mereka berniat untuk menjadikan game Bad News sebagai “vaksin” untuk melawan hoax.

“Teknik-teknik ini ada di luar sana, mereka digunakan oleh orang-orang. Apa yang ingin kita lakukan adalah demystify dan menjelaskan teknik-teknik ini, bagaimana cara mengenalinya (hoax), mengenalinya dan tidak terpengaruh olehnya,” kata Dr Sander van der Linden, direktur Social Decision-Making Laboratory University of Cambridge.

Alih-alih mengajari orang bagaimana menyebarkan hoax secara online, Dr van der Linden mengatakan akan membantu orang mengenali teknik yang digunakan.

Baca juga: Twitter Kini Larang Penggunaan Bot demi Tangkal Hoax

“Jika Anda melihat pertunjukan sulap, pertama kali Anda ditipi jika Anda tidak tahu cara kerjanya. Tapi saat pesulap itu menjelaskan tipuannya kepada Anda, Anda tak akan tertipu lagi di lain waktu,” papar Dr van der Linden.

Istilah hoax sendiri kerap digunakan untuk menggambarkan informasi atau cerita palsu yang sengaja dirancang untuk menyesatkan bahkan mempengaruhi orang lain. Hoax juga seringkali dimanfaatkan di ranah politik, sehingga masalah yang banyak beredar di media sosial ini menjadi perhatian banyak kalangan. Demikian seperti dilansir BBC, Jumat (23/2/2018). (lnm).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini