Galaksi Andromeda Tidak Lebih Besar dari Bima Sakti

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 25 Februari 2018 09:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 23 56 1863822 galaksi-andromeda-tidak-lebih-besar-dari-bima-sakti-fKrnCC9hUu.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Sekelompok astronom telah menemukan bahwa terlepas dari kepercayaan yang selama ini populer, nyatanya galaksi Andromeda berukuran kurang lebih sama seperti Bima Sakti. Hal ini diketahui dari sebuah studi baru dalam Monthly Notices laporan dari Royal Astronomical Society.

Dilansir dari The Space Reporter, sebelumnya para ilmuwan pada umumnya percaya bahwa Andromeda berukuran kira-kira dua atau tiga kali ukuran Bima Sakti. Para ilmuwan juga percaya bahwa ketidaksesuaian itu suatu hari nanti akan menyebabkan galaksi Bima Sakti disusul oleh planet lain.

Bima Sakti dan Andromeda adalah dua galaksi spiral raksasa yang berjarak sekira dua juta tahun cahaya. Andromeda begitu dekat dengan Bumi, sehingga ini merupakan satu dari sepuluh galaksi yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Penelitian baru menunjukkan bahwa kedua gagasan sebelumnya ternyata tidaklah benar. Periset menganggap perkiraan sebelumnya salah. Menurut pemimpin penulis Prajwal Kafle, peneliti di University of Western Australia, dengan memeriksa orbit bintang berkecepatan tinggi, ditemukan bahwa galaksi tersebut memiliki materi yang jauh lebih gelap dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Fenomena 4 Gerhana di 2018, Nomor 3 Paling Menarik

Penelitian menunjukkan bahwa galaksi Andromeda kira-kira 800 miliar kali massa matahari. Dikarenakan ukurannya yang sangat mirip, membuat banyak kepercayaan yang dipegang sebelumnya tentang interaksi Andromeda dan Bima Sakti cenderung salah.

Baca juga: Mengapa Planet-Planet Tak Bertabrakan di Sistem Tata Surya

Meskipun begitu, para astronom menganggap pada akhirnya keduanya akan bertabrakan walaupun peristiwa itu tidak akan terjadi kurang lebih selama 4 miliar tahun.

Dari temuan ini dapat mengubah cara peneliti melihat Andromeda yang secara signifikan dapat mengubah penelitian masa depan dan menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang alam semesta secara keseluruhan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini