nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Falcon Heavy SpaceX Buka Peluang Pertambangan Asteroid?

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 25 Februari 2018 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 23 56 1863834 falcon-heavy-spacex-buka-peluang-pertambangan-asteroid-pcfCDwEh67.jpg (Foto: SpaceX)

JAKARTA - Peluncuran SpaceX Falcon Heavy yang sukses awal bulan ini telah membuka kesempatan untuk menambang asteroid yang dapat menyimpan sumber daya alam seperti air dan platinium. Penambangan asteroid bukanlah hal baru, namun Falcon Heavy telah “mengubah permainan” untuk industri futuristik.

Keberhasilan Falcon Heavy telah mendorong SpaceX untuk mengarahkan perhatiannya pada tujuan yang lebih besar lagi dengan Big Falcon Rocket yang sekarang sedang berjalan. Big Falcon Rocket yang dirancang untuk memungkinkan manusia memasuki planet lain seperti Mars siap diluncurkan secara eksperimental tahun depan.

Seorang peneliti dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics, Martin Elvis mengatakan bahwa ia tidak melihat planet-planet di asteroid. Ia percaya bahwa dengan peluncuran Falcon Heavy yang sukses oleh SpaceX, ada lebih banyak asteroid yang tersedia sebagai lokasi pertambangan.

Salah satu tantangan dalam penambangan asteroid adalah saat mendarat di asteroid. Perhitungan seberapa mudahnya asteroid untuk operasi penambangan berdasarkan delta-v, untuk mengukur dorongan yang dibutuhkan saat peralihan pesawat ruang angkasa di antara yang mengorbit Bumi dan asteroid. Elvis yakin Falcon Heavy akan mengatasi itu semua.

Di luar angkasa, air yang ditambang dari asteroid akan lebih berharga daripada emas di Bumi karena biaya yang cukup besar untuk meluncurkan persediaan dari Bumi ke luar angkasa. Sedangkan air yang ditambang dari asteroid dapat dikirim melalui astronot yang ada di ruang angkasa karena dapat digunakan untuk produksi air minum dan oksigen.

Baca juga: 4 Fenomena Alam yang Akan Membuat Anda Menahan Napas

Akan tetapi, di balik keuntungan tersebut ada banyak tantangan untuk penambangan asteroid yang salah satunya adalah perkembangan teknologi yang dibutuhkan untuk menambang dan harus membawa kembali sumber daya dari luar angkasa. Masalah peraturan dan hukum juga menjadi kesulitan perusahaan menambang sumber daya di luar angkasa.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Perusahaan seperti Planetary Resources and Deep Space Industries berpikir bagaimanapun caranya usaha tersebut harus dilakukan. Bahkan negara kecil seperti Luksemburg telah bergabung dengan industri pertambangan luar angkasa bekerjasama dengan Deep Space Industries dan mengalokasikan ratusan juta dolat ke perusahaan pertambangan luar angkasa.

Kelangsungan hidup dan profitabilitas penambangan asteroid masih harus diteliti. Namun dengan peluncuran Falcon Heavy kemungkinan besar akan lebih cepat melihat hasilnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini