nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Emisi Gas Rumah Kaca Pengaruhi Kenaikan Air Laut

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 25 Februari 2018 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 23 56 1863846 emisi-gas-rumah-kaca-pengaruhi-kenaikan-air-laut-Gkrt3oQFZG.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tingkat air laut secara global tampaknya akan terus meningkat. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi emisi gas rumah kaca, menurut studi yang diungkap baru-baru ini.

Dilansir Abc.net, setiap lima tahun hingga 2035, manusia menunda pencapaian nol emisi karbon seperti target kesepakatan di Paris, sehingga permukaan air laut akan naik sekira 20 centimeter. Riset ini diungkap di Nature Communications.

Mereka memperkirakan rata-rata permukaan laut global akan berada antara 0,7 dan 1,2 meter di atas tingkat 2000 pada 2300, tergantung seberapa cepat manusia dapat mengurangi emisi.

Kesepakatan Paris, di mana Australia menjadi peserta penandatanganan, memiliki tujuan inti untuk membatasi kenaikan suhu global abad ini menjadi "di bawah" 2 derajat C di atas tingkat pra-industri dan untuk mengejar upaya untuk mempertahankan kenaikan di bawah 1,5 derajat.

Kabarnya, peningkatan suhu 2 C akan menghasilkan kenaikan permukaan laut minimal 1,5 meter. "Bahkan jika kita hanya melihat 2020 sampai 2035, kita dapat mengatakan bahwa kita perlu memulai pengurangan rumah kaca sesegera mungkin untuk mengurangi kerusakan," kata rekan penulis studi Alexander Nauels dari Universitas Melbourne.

Baca juga: Dasar Laut Menyimpan Api yang Menyala, Kok Bisa?

Sebelumnya dilaporkan, para peneliti terus memperingatkan bahwa ketinggian air laut akan meningkat. Sebab, es mencair dengan cepat.

Laporan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), seperti dinukil dari laman Deccan Chronicle menjelaskan bahwa ada pada 2100, air laut akan meningkat drastis mencapai 8 kaki atau 2,5 meter.

Baca juga: Ini Penyebab Cahaya Tak Mampu Tembus Kedalaman Laut

“Hal ini di luar dari keterbatasan skenario kami. Ini mungkin terjadi, ini sangat memungkinkan tapi kami tidak bisa mengabaikan sepenuhnya,” ungkap William Sweet.

Ini merupakan salah satu isu terbesar yang dibahas oleh Pemerintah Amerika Serikat dan tengah dipertimbangkan melalui studi ilmiah baru lainya mengenai hilangnya es di Greenland dan Antartika.

“Penelitian menghasilkan bahwa ada ketidakseimbangan dengan es yang ada di Antartika dari yang dipikirkan sebelumnya,” jelasnya.

Laporan dari NOAA juga menjelaskan bahwa pada 2013, ketinggian air laut meningkat secara global sebesar setinggi 3 kaki. Agensi luar angkasa NASA juga terus memperingati kenaikan air laut yang signifikan ini.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini