nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Tentang Roket Falcon Heavy SpaceX

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 23 56 1863893 fakta-tentang-roket-falcon-heavy-spacex-dwfkEza4aZ.jpg (Foto: SpaceX/Theverge)

JAKARTA - Falcon Heavy adalah roket pengangkat kargo besar yang dikembangkan oleh perusahaan SpaceFlight SpaceX. Ketika diluncurkan pertama kali pada 6 Februari 2018, roket tersebut merupakan pendorong paling kuat yang beroperasi pada saat itu.

Pada uji coba, Falcon Heavy hampir menemukan semua tujuan utamanya, termasuk pendiri perusahaan terbang dan CEO, Elon Musk yang membawa maneken bernama “Starman” ke luar angkasa.

Dilansir dari Space.com, lebih banyak penerbangan direncanakan untuk 2018 karena perusahaan tersebut mulai mencari lebih banyak pelanggan Falcon Heavy. Akhirnya pada 2020 Musk berencana menggunakan pengalamannya untuk membuat roket yang lebih besar lagi, Big Falcon Rocket (BFR). Berikut ini beberapa fakta mengenai Falcon Heavy Rocket.

Spesifikasi Roket Falcon Heavy

Falcon Heavy Rocket berukuran setinggi 70 meter dan dapat mengangkat 64 metrik ton muatan ke orbit Bumi yang rendah, sekira dua kali kapasitas muatan pesaing terdekatnya, United Launch Alliance Delta IV Heavy.

Roket ini memiliki tiga inti mesin yang di tengah diapit dan didukung oleh dua penguat, penguatnya akan terpisah setelah lepas landas dan mendarat tegak kembali di Bumi.

Selain itu mesin Falcon Heavy juga lebih kuat daripada roket Saturn V yang membawa manusia ke bulan, di mana mampu menguasai lebih dari 5 juta pon dari dorongan lepas landas. Kekuatannya ini sama dengan sekira 18.747 pesawat dengan kekuatan penuh.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Penerbangan Pertama dan Rencana Selanjutnya

Roket Falcon Heavy diangkat pertama kalinya pada 6 Februari 2018 dari Kennedy Space Center (KSC), Cape Canaveral, Florida menggunakan Launch Complex 39A untuk mengantar astronot Apollo dan awak pesawat luar angkasa.

Diperkirakan 100.000 penonton memadati pantai dan jalan raya untuk peluncuran roket, selebihnya menyaksikan live streaming yang menunjukkan peluncuran dan kejadian sesudahnya.

Baca juga: Mengapa Planet-Planet Tak Bertabrakan di Sistem Tata Surya

SpaceX berencana menindaklanjuti peluncurannya dengan dua misi Falcon Heavy di tahun ini. Pertama akan meluncurkan satelit komunikasi Arabsat 6A dan yang kedua akan meluncurkan Space Test Program 2 ke orbit untuk Angkatan Udara A.S bersamaan dengan misi layar surya untuk The Planetary Society.

Perusahaan menjual Falcon Heavy yang mengeluarkan sekira 90 juta dolar per penerbangan dibandingkan biaya Falcon 9 yang menghabiskan 62 juta dolar. Sementara itu, SpaceX juga akan melanjutkan penerbangan kargo ke International Space Station dengan peswat ruang angkasa Dragon.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini