nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Lakukan Uji Coba Mesin Roket RS-25 untuk Bawa Kargo ke Mars

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 17:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 26 56 1864988 nasa-lakukan-uji-coba-mesin-roket-rs-25-untuk-bawa-kargo-ke-mars-oufkJwgMz7.jpg Mesin RS-25 yang diharapkan dapat membawa kargo & manusia ke Mars (Foto: Space.com)

JAKARTA - NASA melakukan uji coba untuk mesin roket paling kuat selanjutnya. Space Launch System milik NASA, saat ini sedang dikembangkan dan dirancang untuk membawa manusia dan kargo ke bulan, Mars, dan ruang yang dalam.

Dilansir dari Space.com, Senin (26/2/2018), mesin RS-25 pertama kali dirancang lebih dari 40 tahun yang lalu untuk digunakan dengan pesawat ruang angkasa NASA, dan tingkat kekuatan yang dapat dicapai pada saat itu ialan 100 persen. Mesin RS-25 adalah mesin pesawat ruang angkasa bekas yang telah dimodifikasi untuk tampil lebih kuat dari sebelumnya.

Menurut salah seorang pejabat NASA, peningkatan kinerja mesin sangat penting untuk memungkikan misi SLS ke ruang dalam. Hal ini disebabkan karena roket tersebut berkembang menjadi lebih besar, serta membawa astronot dan kargo berat dalam satu penerbangan tunggal.

Saat kendaraan ruang angkasa dirakit dan siap diluncurkan, empat mesin tangguh akna menciptakan gabungan 2 juta lbs. Selain itu, sepasang penguat pada SLS akan bekerja dengan mesin RS-25 untuk memasok roket dengan kekalahan 8 juta lbs dari total peluncuran.

Baca juga: Teleskop NASA Temukan Black Hole yang 10 Miliar Kali Lebih Besar dari Matahari

SLA akan menjadi proyek yang selalu berkembang dan sebagian roket akan ditukar masuk dan keluar tergantung pada tujuan dan misinya. Dalam konfigurasi awal ini, SLS dapat membawa 26 metrik ton (57.320 lbs) melewati orbit Bumi yang rendah dan ke Bulan.

Dalam konfigurasi akhirnya, pesawat tersebut harus mampu membawa setidaknya 45 metrik ton (99.208 lbs). Kapasitas berat roket SLS sekira 26 metrik ton, seukuran dengan berat empat gajah Afrika dewasa. Pada akhirnya, mesin RS-25 akan menempel pada tahap inti roket yang saat ini NASA tengah membangunnya di Michoud Assembly Facility di New Orleans.

Baca juga: Galaksi Andromeda Tidak Lebih Besar dari Bima Sakti

Selain pengapian RS-25, otak mesin mengalami pengujian. Dengan pengontrol penerbangan baru yang merupakan salah satu modifikasi terbaru pada desain mesin akan membantu memberikan kontrol presisi saat berkomunikasi dengan roket SLS lainnya.

Dalam upaya berkelanjutan untuk membuat SLS lebih terjangkau, operator juga menguji komponen shock absorbing pada 21 Februari yang diproduksi melalui percetakan 3D. Selain itu Stennis Space Center memiliki peran penting dalam sejarah Space Age, karena para insinyur menggunakan fasilitas tersebut untuk menguji rokt Saturn V yang pertam akali membawa manusia ke bulan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini