Powerbank Meledak dan Terbakar di Kabin Pesawat, Kok Bisa?

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 27 207 1865290 powerbank-meledak-dan-terbakar-di-kabin-pesawat-kok-bisa-g9pYW6D2sP.jpg (Foto: SCMP)

JAKARTA – Ledakan dari sebuah smartphone tercatat terjadi di berbagai negara. Insiden ledakan pada Galaxy Note 7 bahkan membuat perangkat Samsung itu dilarang dibawa ke kabin pesawat.

Rupanya tak hanya smartphone yang bisa berpotensi meledak. South China Morning Post melaporkan kebakaran yang terjadi di dalam kabin pesawat China Southern Airlines saat tengah boarding di bandara Guangzhou pada Minggu 25 Februari.

Baca: Gadis Ini Meninggal Pakai Smartphone Sambil Charge, Kok Bisa?

Pesawat CZ3539 tersebut tengah melakukan persiapan tinggal landas dari Bandara Shanghai Hongqiao. Petugas kabin pun tak lama mengatasi api dengan memanfaatkan beberapa minuman kemasan. Api kebakaran itu pun dapat segera teratasi.

Meski dalam video yang merekam insiden itu api tampak membara, tak ada korban yang dilaporkan akibat kebakaran tersebut. Namun, insiden itu menyebabkan penundaan keberangkatan pesawat (delay) hingga tiga jam.

Maskapai penerbangan itu meyakini insiden kebakaran dalam kabin pesawat disebabkan oleh charger ponsel portabel atau powerbank yang tersimpan di kompartemen pesawat. Padahal, powerbank tersebut tidak sedang digunakan oleh pemiliknya.

Ketika penumpang naik ke pesawat bertujuan Shanghai itu, asap dan api mulai mengepul dari kompartemen. Awak kabin lantas dievakuasi.

Maskapai itu mengatakan petugas pemadam kebakaran dampak dari insiden itu hanya menimbulkan sedikit kerusakan. Banyak netizen yang berkomentar mengapa pramugari tak menggunakan alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Baca juga: Headphone Beats Meledak, Apple Enggan Tanggung Jawab

Perusahaan melalui akun Weibo lantas mengatakan “Rekan kami bereaksi terhadap api dengan cepat dan tepat waktu.” Penumpang pemilik powerbank itu lantas dibawa oleh polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, penumpang lainnya dialihkan dengan menggunakan pesawat lain. Demikian seperti dilansir South China Morning Post, Selasa (27/2/2018). (lnm)


(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini