nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abad ke-17, Kursi Roda Banyak Digunakan oleh Orang Kaya

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 20:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 27 56 1865612 abad-ke-17-kursi-roda-banyak-digunakan-oleh-orang-kaya-7oFkwWHv2n.jpg Ilustrasi kursi roda (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kursi roda yang ada saat ini lebih banyak digunakan untuk penyandang disabilitas. Beberapa ilmuwan menduga sejarah kursi roda dimulai sekira abad ke-6 dan 4 sebelum masehi (SM).

Dilansir dari Britannica, kursi roda telah memasuki Eropa sekitar abad ke-12 bersamaan dengan gerobak dorong. Namun, penggunaa kursi self propelled pertama kali digunakan orang disabilitas Eropa sejak abad ke-17.

Pada awal abad tersebut , mekanis dan penemu berasal dari Jerman, Johann Hautsch, dengan membuat beberapa kursi bergulir di Nurnberg. Tahun 1655 seorang pembuat jam dari Jerman yang cacat, Stephan Farfler, membuat sebuah kursi roda tiga yang dapat digunakan dengan pegangan di roda depan, mekanis ini disebut “invalid chairs”.

Abad ke-17 kursi roda meningkat dalam penggunaannya, dan memang dirancang sebagai sarana transportasi, terutama bagi orang kaya. Pada abad ke-18 kursi roda mulai muncul di katalog alat bedah dan medis yang di mana diiklankan sebagai kendaraan transportasi pasien, mirip dengan kursi berlengan, mesin kayu, anyaman, atau besi dengan roda besar di bagian depan.

Baca juga: Alat Deteksi Kebohongan Sudah Ada Sejak Abad ke-18

Sekira tahun 1750 penemu dari Inggris, James Heath, memperkenalkan kursi mandi yang ditujukkan untuk wanita cacat tubuh. Kursi mandi ini menjadi sarana transportasi populer terutama di Inggris yang bergaya Victoria, di mana alat tersebut berfungsi sebagai alat untuk orang terluka, sakit, atau cacat, dan alat transportasi becak untuk orang kaya.

Menjelang pertengahan abad ke-19, kursi roda dengan bingkai kayu dan punggung kursi terbuat dari tebu mulai diperkenalkan. Ini digunakan secara luas di Amerika Serikat oleh veteran Perang Sipil.

Akhir abad ke-19 kursi roda kembali dimodifikasi seperti roda dengan jari-jari kawat dan ban karet. Dengan adanya perkembangan tersebut bagaimanapun mobilitas independen sebagian besar kursi roda tetap terbatas dengan lingkungan dan ruangan.

Baca juga: Awal Mula Teknologi Hoverboard Berawal dari Film

Kemajuan teknologi di abad ke-20 paling penting, di mana kursi roda dapat dilipat yang awalnya dibuat dengan baja tubular dan memungkinkan orang-orang cacat menggunakan kursi rodanya di luar rumah. Lalu di tahun 1932, insinyur pertambangan Amerika yang cacat Herbert A. dan Everest C. Jennings memperkenalkan kursi roda silang yang kemudian membentuk Everest and Jennings, Inc., dan menjadi produsen papan atas kusi roda.

Perkembangan selanjutnya adalah setelah Perang Dunia II permintaan meningkat untuk kursi roda listrik. Kursi roda ini awalnya adalah kursi roda standar dengan mesin yang terpasang, kemudian dikenal sebagai kursi roda daya konvensional dan power base, di mana mesin dan baterai diposisikan di bawah komponen tempat duduk.

Kursi roda manual dan listrik di abad ke-20 memperlihatkan perbaikan utama dalam desain tempat duduk. Kemajuan manuver, kenyamanan, dan kehandalannya membantu penyandang cacat berpartisipasi lebih penuh dalam kegiatan sosial. Selain itu, kursi roda elektrik pertama kali ditemukan oleh George Klein.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini