Alam Semesta Berkembang Layaknya Manusia, Ini Penjelasannya

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 56 1866162 alam-semesta-berkembang-layaknya-manusia-ini-penjelasannya-Yr9pG9CC5W.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA – Manusia dan makhluk hidup lainnya seiring waktu terus tumbuh dan berkembang. Namun rupanya, tak hanya manusia, hewan serta tumbuhan yang berkembang sangat tampak hanya dengan mata telanjang.

Alam semesta juga mengalami perkembangan sebagaimana makhluk hidup. Hal ini juga telah dijelaskan baik oleh ilmu pengetahuan maupun Alquran.

Baca: Ternyata Bintang Berperan Penting Lindungi Langit

Pada 1925, astronom Amerika Serikat bernama Edwin Hubble mengemukakan bukti hasil pengamatannya bahwa semua galaksi akan saling menjauh mundur antara satu dengan yang lain. Ini menyiratkan bahwa alam semesta terus berkembang.

Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk menjelaskan bahwa perkembangan alam semesta ini merupakan fakta ilmiah.

Seperti yang juga telah diungkap Harun Yahya bahwa Edwin Hubble telah membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi, yaitu saat ia mengamati antariksa menggunakan teleskop raksasanya.

Ia menemukan fakta bahwa cahaya sejumlah bintang bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan pergeseran itu sangat berkaitan dengan jarak antara bintang-bintang tersebut dengan Bumi.

Penemuan ini mematahkan teori yang sebelumnya telah ada tentang ukuran tata surya yang statis. Harun Yahya juga mengungkapkan bahwa dalam aturan Fisika, spektrum berkas cahaya yang mendekati titik observasi, warnanya cenderung ke arah ungu.

Sedangkan spektrum berkas cahaya yang menjauhi titik observasi cenderung merah. Menurut penelitian Edwin Hubble, spektrum berkas cahaya cenderung ke arah merah, yang berarti benda-benda luar angkasa menjauh dari Bumi.

Bahkan, dalam penemuannya itu, Edwin Hubble juga mengungkapkan bahwa benda-benda luar angkasa tidak hanya menjauh dari Bumi saja, melainkan juga saling menjauhi antara benda yang satu dengan yang lainnya.

Dari penelitiannya ini disimpulkan bahwa sesuatu yang saling menjauh berarti alam semesta ini mengembang. Pada 1922, seorang ahli Fisika Rusia, Alexandra Friedman juga memaparkan penemuannya, bahwa struktur alam semesta ini tidaklah statis, dan bahwa impuls kecil pun bisa memengaruhi berkembang atau mengerutnya struktur keseluruhan alam semesta menurut teori Relativitas Einstein.

Baca juga: Bumi Bulat dalam Penjelasan Ilmiah dan Alquran

Seorang astronom Belgia, Lemaitre mengungkapkan bahwa alam semesta ini memiliki awal permulaan dan bisa mengembang sebagai akibat dari suatu hal yang memicunya. Dalam Alquran, fenomena ini disebutkan dalam salah satu ayat.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (meluaskan)," Surah Az-Zariyat Ayat 47.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini