nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkenalkan Planet Proxima B 'Tetangga' Matahari

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 08:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 28 56 1866219 perkenalkan-planet-proxima-b-tetangga-matahari-tbGrh96x4F.jpg Planet B (Foto: astronomynow)

JAKARTA - Pada 24 Maret 2017, sebuah planet Proxima B mengorbit Red dwarft Proxima Centauri. Ternyata tetangga bintang yang paling dekat dengan matahari ini mengalami hari yang sangat-sangat buruk.

Dilansir dari AstronomyNow, dua serpihan matahari yang kuat ini meletus dalam dua menit, yang tentunya 10 kali lebih terang daripada suar yang diketahui dari matahari di Bumi. Ini meningkatkan kecerahan Proxima Centauri hingga 1.000 kali hanya dalam 10 detik dan meledakkan Proxima B dengan radiasi 4.000 kali lebih banyak daripada yang diterima Bumi dari ledakan besar.

Flare yang besar didahului yang kecil, hal ini ditemukan oleh Carnegie Institution Meredith MacGregor dan Alycia Weinberger saat sedang meninjau pengamatan yang dilakukan tahun lalu oleh Atacama Large Milimeter/submilimeter Array atau ALMA, teleskop radio. Proxima Centauri yang dikenal sebagai bintang berjalan adalah tetangga dari bintang yang terdekat dengan matahari pada jarak 4,2 tahun cahaya.

Baca juga: Astronom Temukan Kandidat Planet Pengganti Bumi

Menurut MacGregor dalam sebuah pernyataan Carnegie, kemungkinan besar Proxima B meledak dengan radiasi energi yang tinggi selama suar. Selain itu selama miliaran tahun sejak Proxima B terbentuk, suar seperti ini bisa menguapkan atmosfer atau samudra manapun dan mensterilkan permukaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa habitabilitas mungkin melibatkan lebih dari sekadar jarak yang benar dari bintang induk untuk memiliki cairan.

Proxima B dengan massa setidaknya 1,3 kali Bumi mengorbit matahari pada jarak sekira 7,5 juta kilometer (4,6 juta mil) menyelesaikan satu tahun dalam waktu lebih dari 11 hari. Planet ini mengorbit zona layak huni Red dwarft, namun para astronom meragukan kewaspadaannya karena angin matahari yang ekstrem dan sejarah suar.

Baca juga: Alasan Profesor Astronomi Minta NASA Tetap Danai SETI

Sebuah surat kabar pada November lalu menuliskan pengamatan ALMA yang sama dan menyimpulkan kecerahan rata-rata, termasuk keluaran bintang dan suar. Hal ini mungkin disebabkan oleh piringan debu dan puing-puing yang mengelilingi Proxima Centauri, serupa dengan asteroid dan sabuk Kuiper di Bumi, tata surya mungkin menunjukkan adanya planet tambahan.

Ketika Macgregor, Weinberger dan timnya melihat data tersebut sebagai fungsi untuk mengamati waktu, sifat dan kejadian sementara menjadi jelas. Weinberger juga mengatakan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ada debu di sekitar Proxima Cen dalam jumlah besar dan tentunya masih belum ada informasi yang mengindikasikan bintang tersebut memiliki sistem planet seperti Bumi.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini