nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Manusia Memejamkan Mata ketika Bersin?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 09:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 05 56 1867975 mengapa-manusia-memejamkan-mata-ketika-bersin-PjravpXYGn.jpg Ilustrasi (Foto: AOL.com)

JAKARTA - Ketika manusia bersin, umumnya mereka memejamkan mata. Beberapa orang yang bersin bahkan meneteskan air mata.

Dr. David Huston, dekan asosiasi di kampus Texas A&M College of Medicine Houston mengatakan, penyebab manusia menutup matanya saat bersin yakni untuk mencegah partikel yang dikeluarkan oleh hidung memasuki mata mereka.

“Dengan menutup kelopak mata saat bersin, maka itu dapat mencegah iritasi untuk memasuki dan mengganggu mata,” ujar Huston.

Meskipun demikian, manusia bisa membuka matanya ketika bersin. Tidak perlu khawatir bola mata Anda akan keluar seperti sebuah kisah yang tidak terjelaskan dalam sains.

“Tidak ada bukti yang membenarkan klaim tersebut. Tekanan yang dihasilkan dari bersin tidak mungkin dapat menyebabkan bola mata keluar bahkan jika Anda membuka mata,” jelas Huston.

Tekanan yang meningkat dari bersin yang keras dapat terbentuk di pembuluh darah, bukan di mata ataupun otot yang mengelilinginya. Tekanan vaskular yang meningkat ini dapat menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) pecah.

“Misalnya, selama proses persalinan, ketegangan yang berlebihan bisa menyebabkan beberapa pembuluh mengalami pendarahan sehingga mata atau wajah seorang ibu tersebut tampak merah atau lebam. Namun, sangatlah tidak bertanggungjawab untuk mengklaim bahwa tekanan semacam itu bisa melepaskan bola mata dari rongganya,” terang Huston. Demikian dilansir dari Live Science.

Baca juga: Rupanya! Tubuh Manusia Miliki Sistem Pendingin Dijelaskan Alquran dan Sains

Sekadar informasi, bersin merupakan refleks sternutasi, melindungi jalur hidung manusia dari partikel asing dengan memaksa angin meluncur kencang dengan kecepatan 10 mph, dari paru-paru. Sebelumnya, kecepatannya tercatat mencapai 100 mph, tetapi sebuah penelitian pada 2013 yang diterbitkan di jurnal Plus One menemukan bahwa enam sukarelawan memiliki kecepatan bersin 4,5 meter per detik atau 10 mph.

Meskipun begitu, bersin bukanlah hanya sekadar mengeluarkan udara dan partikel asing. Saat terangsang, pusat bersin otak memerintahkan kontraksi otot dari esofagus ke sfingter, termasuk otot yang mengendalikan kelopak mata.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini