Astronom Deteksi Sinyal dari Bintang Baru

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 21:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 05 56 1868303 astronom-deteksi-sinyal-dari-bintang-baru-2YjFrj4NZM.jpg Cahaya bintang baru (Foto: The Space Reporter)

JAKARTA - Untuk pertama kalinya dalam sejarah para periset berhasil mendeteksi sebuah sinyal dari bintang-bintang baru yang muncul dini hari di alam semesta sekira 14 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari The Space Reporter, para astronom dari Arizona State University menggunakan antena radio untuk menganalisis matahari yang ada sejak permulaan, sehingga menurut penelitian pertama-tama bersinar sekira 180 juta tahun setelah alam semesta terbentuk.

Penemuan tersebut jarang sekali terjadi, karena para ilmuwan tidak pernah bisa melihat sekilas sejarah. Seorang astronom di Arizona State University, Judd Bowman, mengatakan bahwa dengan menemukan sinyal yang sangat kecil ini telah membuka jendela baru di alam semesta.

Meskipun teleskop tidak dapat melihat cukup jauh untuk melihat bintang kuno dengan sangat rinci, bendanya dapat dideteksi oleh gelombang radio samar yang biasa dipakai. Tim tersebut juga melacak gelombang dengan mengatur peralatannya di padang pasir Qestern Australia yang terpencil dan kemudian memantau langit.

Baca juga: Benarkah Alien Dapat Kirim Malware untuk Musnahkan Umat Manusia?

Selain sinyal, peneliti juga menemukan bukti suhu dingin dan gelombang yang luar biasa. Akibatnya, para peneliti percaya ada juga bukti materi gelap yang merupakan salah satu zat paling misterius di alam semesta.

Temuan ini merupakan puncaknya dari 12 tahun bekerja, walaupun studi lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui tentang hari-hari awal alam semesta. Meskipun ini adalah langkah ke arah yang benar, tim berencana untuk menyelidiki lebih lanjut sinyal untuk melihat apa lagi yang dapat ditemukan.

Baca juga: Kondisi Alam Semesta Setelah Terjadinya Peristiwa Big Bang

Keith Bannister, seorang astronom di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization, di Australia, mengatakan bahwa ini adalah awal dari perjalanan yang sangat panjang. Selain itu, ada banyak pekerjaan untuk mempersiapkan hal ini yang kini sudah dikonfirmasi. Ada banyak waktu berbeda di alam semesta yang masih tidak dapat diakses dan masih banyak yang dapat dijelajahi.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini