nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo: Bukan Pencurian, Ada Penyalahgunaan NIK dan KK saat Registrasi Kartu SIM

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 18:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 06 54 1868745 kominfo-bukan-pencurian-ada-penyalahgunaan-nik-dan-kk-saat-registrasi-kartu-sim-yf6Z67JVga.jpg Ilustrasi SIM Card (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Penyelenggaraan pendaftaran ulang kartu prabayar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah berakhir beberapa waktu lalu. Sayangnya, masih ada beberapa masalah yang timbul terkait masalah pendaftaran tersebut.

Salah satunya adalah peristiwa yang dialami oleh pemilik akun Twitter @anindrastiwi. Dia mengaku bahwa Kartu Keluarga (KK) miliknya ternyata sudah dipakai oleh 50 nomor yang berbeda.

Terkait masalah tersebut, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, membenarkan masalah tersebut. Dia mengatakan bahwa kasus ini lebih menjurus ke pemakaian identitas tanpa persetujuan pemilik, bukannya ada dugaan kebocoran data.

“Yang terjadi adalah penyalahgunaan NIK dan KK yang digunakan registrasi secara tanpa hak dan bukan terjadi kebocoran data,” ujar Noor Iza seperti dikutip dari laman Kemenkominfo.

Baca juga: Hari Ini Terakhir Registrasi SIM Card, Nih Cara Mendaftarnya

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa selama ini Kemenkominfo telah mengantisipasi akan adanya kasus seperti ini. Kominfo pun sudah melakukan antisipasi terkait hal ini dengan membuat fitur cek NIK, melalui operator selular masing-masing.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Noor ini kembali mengingatkan untuk berhati-hati menjaga Identitas Individu agar tidak diberikan kepada orang-orang yang tidak berhak. “Jangan sampai dicatat, difoto, difotokopi kecuali pada gerai milik operator langsung," tuturya.

Baca juga: Kominfo: Belum Registrasi, Besok Kita Blokir Outgoing Call

Di sisi lain, Ketua Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Prof Ahmad Ramli menyatakan bahwa setiap orang termasuk gerai atau outlet dilarang keras melakukan registrasi dengan menggunakan NIK dan KK milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik.

Dia juga meminta para operator agar dengan tegas dapat melakukan penghapusan registrasi jika terindikasi terdapat penyalahan penggunaan data ini.

“Agar operator tegas dan cepat meng-unreg nomor-nomor yang dilaporkan atau nomor-nomor yang diregistrasi dengan jumlah secara tidak wajar untuk satu NIK dan No KK,” pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini