nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanaman Langka Ditemukan setelah 150 Tahun 'Menghilang'

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 06:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 06 56 1868839 tanaman-langka-ditemukan-setelah-150-tahun-menghilang-nEXJNZuEdX.jpg Neptunis yang diyakini sebagai tanaman langka (Foto: Science Alert)

JAKARTA - Neptunis adalah suatu tanaman yang berubah-ubah dan langka. Ia tinggal di bawah tanah dan hanya menunjukkan mukanya ke bunga selama beberapa minggu dalam setahun, tanaman ini berada di hutan terpencil di Malaysia.

Dilansir dari Sciencealert, pertama kali ilmuwan menemukan tanaman yang sulit dipahami ini pada tahun 1866. Seorang ahli botani Italia bernama Odoardo Beccari, yang dikenal karena menemukan dan mengkategorikan ratusan spesies tumbuhan yang di antaranya menemukan bunga di massif Gunung Matang, Sarawak bagian barat, Malaysia.

Setelah itu tidak ada yang melihatnya lagi selama lebih dari satu abad. Pada tahun 2017, sekelompok peneliti dari Republik Ceko sedang mencari-cari melalui area yang sama menemukan kembali Neptunis.

Bagian pembungaan tanaman hanya sekira 9 sentimeter tingginya, yang menurut para periset berkaitan dengan statusnya yang sukar dipahami. Periset mengatakan bahwa penampilannya yang tidak mencolok berpotensi memberi kontribusi pada pengetahuan terbatas mengenai distribusinya karena mudah dilupakan.

Baca juga: Mengapa Manusia Memejamkan Mata ketika Bersin?

Selain itu, peneliti juga mengatakan bahwa sepengetahuannya ini hanya penemuan kedua dari spesies tersebut secara keseluruhan. Oleh karena itu, peneliti memberikan deskripsi yang telah diubah, karakter internal yang inklusif dan dokumentasi fotografi pertama dari ikon ini karena penampilannya yang aneh dan juga namanya.

Tapi para ilmuwan tidak hanya senang dengan betapa langka tanaman itu karena memiliki beberapa kualitas yang benar-benar aneh. Neptunis termasuk dalam kelompok yang dikenal sebagai tanaman myco-heterotrophic, yang menggunakan jamur sebagai sumber makanan.

Baca juga: Astronom Deteksi Sinyal dari Bintang Baru

Neptunis tidak lagi membutuhkan klorofil, tidak memiliki daun, dan bahkan tidak mengganggu fotosintesis, justru ia mendapatkan nutrisi dari spesies jamur tertentu. Betapapun anehnya tenaman ini ini, peneliti sangat terkesan dengan betapa akuratnya gambar di tahun 1866. Ini benar-benar seperti memberi gambaran tentang bagaimana spesies alien terlihat.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini