nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teori Baru Mengenai Formasi Bulan Ditemukan

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 08:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 06 56 1868850 teori-baru-mengenai-formasi-bulan-ditemukan-9a397sI8k6.jpg Teori baru mengenai pembentukan bulan (Foto: The Space Reporter)

JAKARTA - Periset dari University of California, Davis dan Harvard University telah menemukan sebuah teori bahwa bulan terbentuk dari luar materi yang akan menjadi Bumi. Teori baru ini yang dikenal sebagai sinestia menambah perdebatan tentang formasi bulan, yang merupakan salah satu topik paling diperdebatkan dalam ilmu antariksa.

Dilansir dari The Space Reporter, banyak hipotesis populer menunjukkan bulan berbentuk setelah sebuah badan astronomi bertabrakan ke Bumi sekira 4,5 miliar tahun yang lalu. Namun, baru-baru ini menyatakan bahwa bulan berasal dari Bumi ketika awan itu tidak lebih dari awan yang mengeringkan batu saat menguap.

Mahasiswa pascasarjana di Harvard University mengatakan bahwa Bulan terbentuk di dalam Bumi yang menguap pada suhu 4.000-6.000 derajat Fahrenhait dan tekanan puluhan atmosfer. Tim peneliti juga percaya bahwa begitu Bumi sinestia terbentuk, potongan besar batuan cair bergerak ke orbit dan membentuk fondasi dari apa yang akan menjadi Bulan.

Periset pertama kali mengajukan gagasan tersebut pada 2017, dan telah menghabiskan waktu untuk menelitinya sejak saat itu.

Baca juga: Produksi Bintang Lebih Rendah di Galaksi Bima Sakti, Kenapa?

Teori sinestia adalah teori yang mengatakan benda berukuran planet awalnya bertabrakan satu sama lain. Dampak seperti iu menciptakan sejumlah besar momentum dan energi yang begitu kuat, sehingga dapat menghasilkan massa pemintalan dari batuan cair dan menguap melebihi batas rotasi planet.

Periset percaya bahwa proses seperti yang diutarakan adalah hal yang terjadi pada awal Bumi dan akhirnya memunculkan Bulan. Meskipun teori tersebut terbilang baru, tapi dapat membantu menjelaskan banyak misteri seputar komposisi Bulan misalnya, ini akan menunjukkan mengapa satelit memiliki komposisi kimia serupa dengan Bumi.

Baca juga: Peluncuran James Webb Space Telescope Ditunda Akibat Masalah Teknis?

Rekan penulis studi Sarah Stewart, profesor Ilmu Bumi dan Planet di UC Davis mengatakan bahwa ini merupakan model pertama yang dapat menandingi pola komposisi Bulan. Namun, model teori ini didasarkan pada teori murni yang diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai topik ini. Analisis pasti tentunya juga akan dilakukan lebih lanjut sebelum ada klaim pasti yang dapat dibuat.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini