nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Palapa Ring untuk Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 06:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 07 207 1868925 palapa-ring-untuk-tingkatkan-ekonomi-digital-indonesia-mei5cc3961.jpg Anang Latif, Dirut Bakti (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

NATUNA - Proyek Palapa Ring memungkinkan pemerataan internet untuk wilayah terpencil di Indonesia. Dengan akses internet yang memadai, hal ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi digital Indonesia.

Tersedianya akses informasi ke suatu daerah terpencil, maka membuka peluang digitalisasi bagi usaha kecil dan menengah. Pemasaran produk maupun karya seni masyarakat lokal bisa dilakukan lebih modern, sehingga diharapkan meningkatkan perekonomian.

"Setiap peningkatan belanja TIK 10 persen menaikan GDP sebesar 3 persen. Artinya, ini bisa dibayangkan sekarang tren perbankan sudah pakai IT, beberapa tol juga bergerak pelan-pelan," kata Anang Latif, Direktur Utama Bakti di Kabupaten Natuna, Selasa (6/3/2018).

Menurutnya, ada dampak positif yang bisa dirasakan dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi internet atau TIK. Meskipun demikian, tidak dipungkiri bahwa ada beberapa profesi yang terkena imbas, seperti teller atau penjaga pintu tol yang sudah mulai berkurang.

"Tetapi dampak ekonomi dari hal ini, proses perekonomian jauh lebih cepat," tutur Anang. Dengan TIK atau teknologi informasi, bisa memudahkan komunikasi masyarakat, termasuk mereka yang bergelut di bidang pertanian, peternakan, perikanan atau nelayan.

Anang melanjutkan, misalnya beberapa waktu lalu ada hari belanja online nasional (harbolnas), maka betapa dahsyatnya TIk sehingga dengan akses internet yang mumpuni bisa meroketkan transaksi dalam waktu beberapa hari.

"Dengan TIK, difasilitasi, semua dipermudah, memang dampaknya gerai-gerai mall atau retail tutup, inilah yang dihadapi ketika TIK maju. Perusahaan yang enggak siap TIK, akhirnya tersingkirkan," ungkapnya.

Baca juga: Uji Coba Internet Palapa Ring Barat Capai Kecepatan Download 61,7 Mbps

Lebih lanjut ia mengungkapkan, perekonomian Indonesia di 2030, diprediksi nomor 5 di dunia, bahkan mengungguli Jerman dan Jepang karena tingkat populasi usia produktif yang potensial.

Dengan penyediaan akses internet di wilayah terpencil, maka ekonomi digital akan tumbuh sendiri. Otomatis sektor pariwisata bisa dikembangkan dan diharapkan meningkatkan kehidupan masyararakat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini