nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendiri Microsoft Klaim Temukan "Harta Karun" Bersejarah

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 14:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 207 1869648 pendiri-microsoft-klaim-temukan-harta-karun-bersejarah-NcJvqmIEUA.jpg (Foto: @PaulGAllen/Twitter)

JAKARTA - Paul Allen, yang merupakan salah satu pendiri Microsoft mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah harta karun bersejarah. Harta karun tersebut ternyata sebuah bangkai kapal USS Lexington, yang merupakan kapal induk perang Amerika pada Perang Dunia II.

Hal ini terungkap saat dirinya mengunggah beberapa posting-an, yang berupa foto dan cuplikan video mengenai bangkai kapal bersejarah tersebut. Sontak saja, para warganet pun terkejut dengan penemuan ini.

Allen mengatakan, dia dan tim penyelamnya menemukan bangkai kapal ini sekitar dua mil dari Coral Sea. Coral Sea sendiri terletak di 500 mil dari Timur pantai Australia.

“Kami telah menemukan USS Lexington setelah dia tenggelam 76 tahun yang lalu. Kami menemukan kapal induk dan pesawat tempur WWII di kedalaman 3.000 meter di bawah Coral Sea di dekat Australia,” ujar Allen seperti dikutip dari laman CNBC, Kamis (8/3/2018).

Selain menemukan bangkai kapal induk USS Lexington, mereka juga menemukan sekitar 11 dari 35 kapal terbang yang seharusnya ada di dalam kapal induk tersebut. Seluruh kapal terbang tersebut sudah terlihat berkarat dan ditumbuhi biota laut.

Sekedar informasi, USS Lexington sendiri pertama kali diluncurkan pada 1952, dengan membawa hampir 3.000 awak kapal. Namun sayang, saat melakukan perlawanan dengan pihak Jepang pada 1942 di Coral Sea, kapal ini pun dibombardir menggunakan bom dan torpedo.

Baca juga: Kisah Paul Allen, Pendiri Microsoft Selain Bill Gates

Alhasil, sekitar 216 kru kapal dikabarkan meninggal dalam kejadian tersebut. Sedangkan 2.770 kru kapal berhasil diselamatkan.

Baca juga: Stratolaunch, Pesawat Berbadan Dua yang Digagas Pendiri Microsoft

Pihak militer Amerika sendiri mengatakan tidak akan mengangkat bangkai kapal tersebut. Mereka menganggap, tempat tenggelamnya dari USS Lexington sebagai kuburan perang yang berharga bagi mereka.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini