nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Area Pertemuan Kabel Laut dan Darat Palapa Ring Barat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 19:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 207 1869859 mengintip-area-pertemuan-kabel-laut-dan-darat-palapa-ring-barat-6UNuqpXVfN.jpg (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

NATUNA - Palapa Ring Barat telah selesai dan mulai dioperasikan sejak Februari 2018. Palapa Ring Barat merupakan proyek 'jalan tol' akses informasi yang melibatkan kombinasi kabel laut dan darat untuk menghubungkan pulau-pulau di bagian barat Indonesia.

Menariknya, ada area pertemuan kabel laut dan darat yang dinamakan Beach Manhole (BMH). Beberapa awak media melihat langsung area BMH tersebut yang dikelilingi oleh pagar tinggi berkawat duri.

Beach Manhole (BMH) merupakan instalasi sarana penunjang jaringan kabel yang dipasang di bawah permukaan tanah. Fungsinya sebagai bak control yang berada di area pantai sebagai tempat pertemuan antara kabel laut dan kabel darat.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi dalam memilih area untuk dijadikan BMH ialah tanah kosong, bebas banjir, akses site 24 jam, minimal 500 meter dari SUTT, serta lokasi harus jauh dari pelabuhan.

Pembangunan juga dinilai aman dari kendala geografis seperti menghindari area berbatu, curam atau tebing. Selain itu, lokasi harus terhindar dari arus air laut atau sungai yang kencang, menghindari tempat yang berpotensi terkena abrasi dan menghindari area yang berpotensi rencana reklamasi.

Khusus di Pulau Natuna, terdapat satu BMH yang terletak tidak begitu jauh dari pesisir. Satu BMH ini bagian dari rangkaian 14 BMH yang tersebar di area Palapa Ring Barat.

Dari BMH ini, kabel diteruskan menuju network operations center (NOC) via jalur darat. Bila tidak memungkinkan dengan medan yang begitu sulit, maka digunakan gelombang radio seperti yang dilakukan untuk wilayah Papua.

Ada penjaga site dari warga setempat yang diberdayakan sebagai site keeper, begitu pula di NOC. Setelah terhubung ke NOC, akses internet bisa dipancarkan di sekitaran area NOC dan area-area lainnya yang masih didiskusikan.

Baca juga: Uji Coba Internet Palapa Ring Barat Capai Kecepatan Download 61,7 Mbps

"Nanti dari situ (NOC) jalan tol berakhir. Itu gerbang jalan tolnya nanti operator bangun BTS narik kesitu semua. (NOC) terminalnya atau sumbernya, nanti dipecah-pecah, ada yang ke pulau ini, pulau itu," kata Anang Latif, Direktur Utama BAKTI, di Kabupaten Natuna beberapa waktu lalu.

Penduduk bisa menikmati internet gratis via WiFi di sekitar area NOC Kabupaten Natuna. "Kalau WiFi paling 100 meter. Nanti beberapa kita buatkan, kita lagi diskusi," tambah Anang.

Baca juga: Palapa Ring untuk Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

Hidupkan Internet untuk 940 Ribu Warga di Lima Kabupaten

Dengan Rampungnya Palapa Ring Barat, maka area terpencil yang tidak terjangkau oleh operator komersial, bisa memiliki akses internet cepat melalui kabel serat optik. Khusus di Palapa Ring Barat, proyek ini 'menghidupi' internet untuk 940 ribu warga di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dengan menghubungkan setiap pulau yang ada di Palapa Ring Barat, maka diperlukan kabel laut dan darat. "Kabel darat itu kira-kira 500 kilometer, kalau laut 1.700 kilometer, total 2200-an kilometer," jelas Anang.

Bila di total, Palapa Ring Barat digabung dengan Palapa Ring Tengah dan Timur sepanjang 8.000 kilometer untuk kabel laut serta 4.000 kilometer untuk kabel darat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini