Mengapa Operator Telekomunikasi Tak Bangun Jaringan di Wilayah Terpencil?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 14:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 09 207 1870240 mengapa-operator-telekomunikasi-tak-bangun-jaringan-di-wilayah-terpencil-bM4bkFY7gf.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Akses telekomunikasi bisa dirasakan umumnya di kota-kota besar dan wilayah yang dinilai memiliki basis pengguna yang besar. Khusus untuk wilayah terpencil atau pelosok cukup sulit dan terbatasnya akses informasi.

Anang Latif, Direktur Utama BAKTI, di Kabupaten Natuna beberapa waktu lalu mengatakan, operator terkendala karena belum tersedianya akses ‘jalan tol’ telekomunikasi. Jalan tol yang dimaksud ialah kabel serat optik melalui proyek Palapa Ring.

“Biasanya kendala operator tidak mau masuk ke wilayah karena belum tersedia ‘jalan tol’. Belum tersedia serat optiknya. Karena kalau pakai satelit, itu biayanya mahal. Selain biaya mahal juga, kapasitas yang didapatkan kecil, hampir mustahil 4G enggak bisa pakai satelit,” jelas Anang.

Dengan demikian, Palapa Ring yang ditargetkan selesai 2019 bisa menjadi pemicu daya tarik operator untuk ekspansi, khususnya saat ini di Palapa Ring Barat yang telah rampung. “Jadi harapannya di 57 (lokasi) se-Indonesia ini, Kabupaten bangun, hadir operator enggak cuma Telkomsel, Indosat Ooredoo hadir, XL hadir,” terang Anang.

Palapa Ring Barat menghubungkan lima titik daerah seperti Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Tersedianya jaringan serat optik ini memungkinkan terwujudnya akses internet cepat.

Baca juga: Mengintip Area Pertemuan Kabel Laut dan Darat Palapa Ring Barat

Menurut Anang, pihaknya bersama dengan operator harus duduk bersama guna membangun jaringan internet hingga wilayah pelosok. “Karena operator tentu meng-cover daerah yang menurut mereka feasible (layak) bisnis, nah kita tutupi sisanya yang masih ada penduduknya,” tambahnya.

Baca juga: Palapa Ring untuk Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

Tambahan BTS dan Revitalisasi BTS

Untuk area-area yang betul-betul tidak ada sinyal sama sekali (blank spot), maka diperlukan BTS, khususnya di daerah perbatasan. Kepala Dinas Kominfo di Kabupaten Natuna, Raja Darmika mengatakan, ada area blank spot yang butuh penambahan BTS.

“Kita usulkan yang di lokasi baru itu 5 (BTS). Sama 14 yang direvitalisasi. Jadi total tetap 5 tambah 14, harus dipisahkan. Karena 5 ini yang baru, yang 14 yang lama, yang perlu diperbaiki, sedangkan yang sudah ada kita dapat 7. Satu on-air, tinggal 6 sedang progres,” kata Raja Darmika.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini