nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teleskop Deep Space Teliti Bintang Canis Major yang Bersinar di Malam Hari

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 06:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 09 56 1870397 teleskop-deep-space-teliti-bintang-canis-major-yang-bersinar-di-malam-hari-9RfN88RzaT.jpg Teleskop Deep Space Communication Complex (Foto: Space.com)

JAKARTA - Sirius, bintang paling terang di langit malam, bersinar cemerlang di dekat ujung antena teleskop di foto yang diambil di Madrird Deep Space Communications Complex (MDSCC) di Robledo de Chavela, Spanyol. Selaras dengan frame dan keseluruhan konstelasi Canis Major, terletak di sisi kanan antena 230 kaki (70 meter). Dikenal sebagai Stasiun Luar Angkasa 63 (DSS-63), teleskop ini adalah yang terbesar dari tujuh antena di kompleks tersebut.

Dilansir dari Space.com, MDSCC adalah bagian dari Deep Space Network (DSN) NASA, jaringan global yang memungkinkan pesawat ruang angkasa keluar di tata surya untuk berkomunikasi dengan Bumi. Dua fasilitas tambahan membentuk DSN, satu di Canberra, Australia, dan satu lagi di Goldstone, California. Pusat-pusat ini terletak sekira 120 derajat di bagian dunia untuk memungkinkan pesawat ruang angkasa mempertahankan kontak dengan setidaknya satu stasiun, terlepas dari pergerakan harian rotasi bumi.

Setiap situs DSN memiliki salah satu dari antena 230 kaki yang besar. Ini adalah teleskop terbesar dan paling sensitif di seluruh jaringan, dan mampu melacak wahana antariksa yang menempuh perjalanan miliaran mil dari Bumi, seperti misi New Horizons NASA ke Pluto.

NASA menciptakan DSN pada tahun 1958 untuk mempersiapkan misi lunar dan planet ambisius. Saat pesawat ruang angkasa mulai berkeliaran di luar orbit Bumi, NASA membutuhkan alat komunikasi yang lebih kuat untuk melacak probe. Antena dirancang untuk menerima sinyal samar dari ruang dalam dan mengirimkan yang sangat kuat ke pesawat luar angkasa.

Baca juga: Helen Ochoa, Astronot Perempuan NASA Hampir 1.000 Jam di Luar Angkasa

DSS-63 ditingkatkan dari 210 kaki menjadi 230 kaki pada tahun 1987 untuk memungkinkan antena melacak pesawat ruang angkasa Voyager 2 NASA saat ditemui Neptunus. Stasiun berkomunikasi dengan kendaraan luar angkasa melalui gelombang radio, yang bisa membawa pesan ke dua arah. Gelombang radio termasuk dalam spektrum gelombang mikro dengan frekuensi berkisar antara 30 sampai 100.000 MHz, dan sinyal merambat pada kecepatan cahaya, atau 186,282 mil per detik.

Transmisi yang diterima bisa berisi gambar, telemetri dan data dari instrumen ilmiah. Pesan ini menggunakan bahasa biner, atau urutan 1s dan 0s berubah menjadi impuls listrik yang dibawa oleh gelombang radio.

Baca juga: Astronot Identifikasi Mikroba di Luar Angkasa untuk Pertama Kalinya

Beberapa misi masa depan yang akan didukung oleh antena raksasa ini antara lain James Webb Space Telescope, Parker Solar Probe, pendarat planet InSight Mars dan misi kubus yang disebut Interplanetary NanoSpacecraft Pathfinder In Relevant Environment (INSPIRE).

Masukkan dunia Deep Space Network yang rumit memberikan tampilan dalam secara nyata tentang bagaimana tim berkomunikasi dan melacak beberapa pesawat ruang angkasa di dalam tata surya 24 jam sehari, tujuh hari seminggu dan 365 hari setahun.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini