Langka, Ilmuwan Temukan Mineral dalam Sepotong Berlian

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2018 10:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 09 56 1870403 langka-ilmuwan-temukan-mineral-dalam-sepotong-berlian-wum4btApyG.jpg (Foto: Nester Korolev/University of British Columbia)

JAKARTA - Kalsium perunggu silikat (CaSiO3) merupakan mineral paling banyak keempat yang ada di Bumi. Akan tetapi, kalsium perunggu silikat ini belum pernah terlihat sebelumnya oleh manusia karena berada di atas kedalaman sekira 650 kilometer yang menyebabkan tidak stabil.

Kalsium perunggu silikat pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan di permukaan Bumi. Benda ini terkandung dalam sepotong berlian kecil yang merupakan batu permata dan ditemukan dari kedalaman kurang satu kilometer ke dalam kerak Bumi, yang berlokasi di tambang berlian Cullina Afrika Selatan.

Ahli geokimia dari Department of Earth and Atmospheric Science, Graham Pearson sempat mengatakan bahwa tidak ada yang pernah berhasil menjaga agar mineral tersebut tetap stabil di permukaan Bumi. Kemungkinan satu-satunya cara untuk melestarikan mineral tersebut adalah saat terjebak dalam wadah keras seperti berlian.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa perovskit silikat merupakan 93 persen yang berada di mantel bawah Bumi. Namun CaSiO3 tetap saja masih hipotesis sampai saat ini. Sekarang, setelah memiliki mineral ini, ilmuwan dapat mempelajari lebih rinci lagi.

Berlian itu ditemukan hanya berukuran 0,031 milimeter, yang juga merupakan spesimen super langka. Karena sebagian besar berlian lahir lebih dekat ke permukaan Bumi antara 150 sampai 200 kilometer. Namun kali ini pasti terbentuk di kedalaman sekira 700 kilometer.

Baca juga: Uranus dan Neptunus Hujan Berlian, Benarkah?

Pada kedalaman tersebut, maka tekanannya sekira 240.000 kali tekanan atmosfer di permukaan laut. Tekanan intens dan menghancurkan yang akhirnya membentuk berlian, dengan menjebak CaSiO3 agar stabil.

Penemuan ini telah mengungkapkan informasi bagaimana mantel Bumi dapat terbentuk. Berlian adalah salah satu cara unik untuk melihat apa yang ada di Bumi dan komposisi spesifik dari inklusif perovskite dalam berlian khusus ini sangat jelas mengindikasi daur ulang kerak samudra ke dalam mantel Bumi.

Baca juga: Ilmuwan Bikin Material Tipis Berkemampuan Tahan Peluru

Hal ini memberikan bukti mendasar tentang apa yang terjadi jika lempeng samudra turun ke kedalaman Bumi. Tim peneliti pun memoles berlian tersebut dan melakukan analisis spektroskop untuk memastikan bahwa mineral di dalamnya adalah CaSiO3.

Pada fase selanjutnya, periset dari University of British Columbia akan bekerja untuk mengetahui lebih banyak tentang usia dan asalnya. Dilansir dari Sciencealert.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini