nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Ini Besaran Powerbank yang Dapat Masuk ke Pesawat

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2018 14:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 10 207 1870666 catat-ini-besaran-powerbank-yang-dapat-masuk-ke-pesawat-svXu6D19Zj.jpg Ilustrasi Powerbank (Foto : mi.com)

JAKARTA - Jika Anda hendak bepergian menggunakan pesawat dalam waktu dekat ini, Anda tampaknya harus lebih hati-hati dalam memilih powerbank yang akan dibawa. Hal ini dikarenakan Bandara Soekarno Hatta baru saja mengeluarkan peraturan baru terhadap jenis powerbank yang dapat dibawa.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Twitter resmi mereka, @CGK_AP2, pihak bandara menyebutkan peraturan baru ini didasarkan pada ketentuan dari International Air Transport Association (IATA).

Mereka menjelaskan jika powerbank yang dapat masuk dalam kabin dibatasi hingga 100Wh saja. Sementara jika para penumpang ingin powerbank dengan daya di atasnya, wajib mendapatkan persetujuan maskapai bersangkutan. Sedangkan powerbank di atas 160Wh dilarang naik ke dalam kabin.

“Powerbank berkapasitas di bawah 100Wh dapat dibawa dalam bagasi kabin, yang di atas 100Wh dan di bawah 160Wh perlu persetujuan pihak maskapai untuk dibawa ke bagasi kabin, sedangkan kapasitas di atas 160Wh dilarang," tulis akun Twitter Soekarno-Hatta.

Baca Juga : Intip Perjalanan Perkembangan Power Bank

Jika dikonversi ke satuan mAh, maka pengguna dapat membawa powerbank dengan besaran maksimal 2.000 mAh untuk powerbank dengan rating output USB 5V atau 2.700 mAh untuk powerbank dengan rating output USB 3.6V hingga 3.85V.

Untuk dasar aturan mengenai pembatasan kapasitas powerbank ini masuk dalam Annex 17 doc 8973 dan Annex 18 dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan IATA. Keduanya mengatur mengenai besaran daya powerbank yang dapat naik ke dalam kabin.

Di Indonesia sendiri, ternyata Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan telah memiliki aturan serupa, yakni melalui Peraturan Menteri Perhubungan no 80 tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Sipil Nasional (PKPN).

Baca Juga : Powerbank Meledak dan Terbakar di Kabin Pesawat, Kok Bisa?

“Isi dalam peraturan tersebut di antaranya terkait dengan korek api dan pengisi daya mandiri (powerbank) yang dibawa dalam pesawat. Ada korek api dan powerbank yang boleh dibawa dan ada yang tidak. Jadi semua peraturan harus dimengerti oleh petugas dan masyarakat,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso seperti dikutip dari situs resmi Dephub, Sabtu (10/3/2018).

Sekedar informasi, peraturan yang dibuat oleh IATA ini merujuk ke kejadian meledaknya perangkat Samsung Note 7 yang ramai terjadi pada 2016, serta diikuti beberapa kasus meledaknya powerbank atau perangkat berbaterai Lithium-ion lainnya.

Alasan dari meledaknya perangkat elektronik tersebut dikarenakan sifat baterai Lithium-ion. Saat baterai Lithium-ion terlalu panas, bisa mengakibatkan baterai menggelembung dan kemudian terbakar.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini