nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Thomas Jenning, Budak yang Dapatkan Hak Paten Dry Cleaning

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 07:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 10 56 1870716 thomas-jenning-budak-yang-dapatkan-hak-paten-dry-cleaning-WPhUh1sm23.jpg (Foto: Livestush)

JAKARTA - Thomas Jenning lahir di New York, memegang hak paten 'dry scouring'. Lahir pada 1791, saat berusia 30 tahun ia sudah menerima hak paten pada 3 Maret 1821. Ia juga diketahui seorang penemu pertama di Afrika-Amerika atas penemuannya tersebut.

Dilansir dari ThoughtCo, Thomas memulai karirnya sebagai penjahit sampai akhirnya ia membuat toko pakaian ternama yang berlokasi di New York. Berawal dari banyaknya permintaan mengenai pembersih, ia pun mulai terinspirasi dan meneliti solusi pembersih kering.

Uang pertama yang diperoleh Thomas dari hak patennya dihabiskan untuk biaya yang legal. Ia membeli keluarganya dari perbudakan, setelah itu sebagian dari penghasilannya ditujukan untuk aktivitas abolisionisnya. Di 1831 Thomas Jenning menjadi asisten sekretaris untuk First Annual Convention of the People of Color di Philadelphia, PA.

Tragisnya, paten aslinya sempat hilang, banyak yang mengatakan proses pembersih kering yang dilakukan Thomas menggunakan pelarut untuk membersihkan pakaian. Beruntungnya, Thomas mengajukan hak patennya pada saat yang tepat, karena berdasarkan regulasi paten di Amerika Serikat pada 1793 sampai 1836, baik budak maupun yang sudah bebas, berhak mematenkan penemuannya.

Namun, pada 1857 seorang pemilik budak bernama Oscar Stuart mematenkan “double Cotto scraper” yang sebenarnya ditemukan oleh budaknya sendiri. Berdasarkan catatan, penemunya bernama Ned, tetapi Stuart beralasan bahwa tindakannya tersebut dikarenakan tuan adalah pemilik hasil dari yang dikerjakan oleh budak baik manual maupun intelektual.

Baca juga: Mikhail Kalashnikov sang Penemu AK-47 yang Menyesali Inovasinya

Sampai akhirnya, di 1858 kantor paten Amerika Serikat mengubah undang-undang sebagai bentuk tanggapan atas kasus Stuart dan para pendukungnya. Para pendukung Stuart mengatakan bahwa budak bukanlah seorang warga negara dan tidak bisa mendapatkan hak paten.

Akhirnya pada 1861 terjadi sesuatu yang cukup mengejutkan, di mana Konfederasi Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang pemberian hak paten kepada budak. Tak hanya kepada budak, tahun 1870 pemerintah Amerika Serikat juga mengeluarkan undang-undang paten terhadap semua orang Amerika termasuk orang kulit hitam atas hak penemuannya.

Baca juga: Daftar Penemu Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Kehidupan Thomas pun menjadi aman dan normal kembali. Putrinya, Elizabethe menjadi seorang aktivis seperti Thomas. Ia menggugat Third Avenue Railroad Company atas tindakan diskriminasinya, dan Elizabeth menang. Thomas meninggal pada 1859, beberapa tahun sebelum praktik perbudakan dihapuskan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini