nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinggal Satu Tahun di Luar Angkasa, DNA Scott Kelly Berbeda Dengan Kembarannya

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 10 56 1870771 tinggal-satu-tahun-di-luar-angkasa-dna-scott-kelly-berbeda-dengan-kembarannya-Vzy63NuWrY.png Astronot NASA Scott Kelly dan Mark Kelly (Sumber : nasa.com)

Jakarta - Menjadi astronot mungkin merupakan impian dari kebanyakan anak-anak di seluruh dunia. Namun ternyata, menjadi astronot merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki banyak bahaya yang mengintai.

Salah satu contonhya adalah apa yang dirasakan oleh astronot NASA, Scott Kelly. Pria yang ternyata memiliki saudara kembar bernama Mark Kelly -- yang juga seorang astronot -- ini dikabarkan telah mendapatkan perubahan yang cukup darastis di dalam tubuhnya.

Mengutip dari laman BGR, Minggu (11/3/2018), NASA memang menjadikan saudara kembar ini menjadi kelinci percobaan. Mereka ingin meneliti perubahan apa yang akan terjadi pada saat manusia berada di luar angkasa dalam waktu yang lama.

Baca Juga : Helen Ochoa, Astronot Perempuan NASA Hampir 1.000 Jam di Luar Angkasa

Saat ini,Scott dikabarkan telah menghabiskan waktu lebih dari 500 hari di luar angkasa. Sebagian besar waktunya berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dengan total 342 hari. Sedangkan Mark kini sudah pensiun dari tugasnya sebagai astronot.

Dan ternyata, dari sampel DNA yang diambil dari kedua saudara kembar identik tersebut, ditemukan sebuah hal yang menakjubkan. Para peneliti NASA menyebutkan bahwa saat ini, DNA milik Scott telah berubah secara signifikan.

“Telomere (ujung kromosom yang memendek saat orang bertambah usia) milik Scott benar-benar berubah menjadi lebih panjang,” ungkap pihak NASA.

Sebenarnya, hasil ini telah di presentasikan oleh NASA pada 2017 lalu. Namun kemudian, mereka kembali melakukan pengujian genomik terhadap Scott secara rutin.

“Dan kami menemukan jika mayoritas telomere Scott telah memendek dua hari setelah dia berada di bumi,” lanjut mereka.

Meski begitu, ternyata tidak semua DNA Scott kembali sepenuhnya. Peneliti mengungkapkan jika 7 persen DNA Scott telah berubah untuk waktu yang sangat lama, jika dibandingkan dengan saudara kembarnya. Perubahan ini ternyata sudah berlangsung selama dua tahun.

"Saya membaca di koran beberapa hari yang lalu bahwa 7 persen DNA saya telah berubah secara permanen," kata Kelly dalam sebuah wawancara baru-baru ini. "Dan saat saya membaca itu, saya seperti, 'Hah, yah itu aneh’.'"

Pihak NASA sendiri mengungkapkan jika studi kembar ini merupakan langkah awal menuju misi pengiriman astronot ke tanah Mars. Mereka juga mengaku telah mempersiapkan beberapa misi serta membangun teknologi untuk membantu manusia pergi ke Mars.

Sebagai informasi, misi ke Mars akan memakan waktu sekitar tiga tahun, yang berarti para astronot harus tinggal tiga kali lebih lama jika dibandingkan dengan Scott. Pertanyaannya adalah, dapatkah tubuh manusia bertahan selama itu di Mars?

Jakarta - Menjadi astronot mungkin merupakan impian dari kebanyakan anak-anak di seluruh dunia. Namun ternyata, menjadi astronot merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki banyak bahaya yang mengintai.

Salah satu contonhya adalah apa yang dirasakan oleh astronot NASA, Scott Kelly. Pria yang ternyata memiliki saudara kembar bernama Mark Kelly -- yang juga seorang astronot -- ini dikabarkan telah mendapatkan perubahan yang cukup darastis di dalam tubuhnya.

Mengutip dari laman BGR, Sabtu (10/3/2018), NASA memang menjadikan saudara kembar ini menjadi kelinci percobaan. Mereka ingin meneliti perubahan apa yang akan terjadi pada saat manusia berada di luar angkasa dalam waktu yang lama.

Saat ini,Scott dikabarkan telah menghabiskan waktu lebih dari 500 hari di luar angkasa. Sebagian besar waktunya berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dengan total 342 hari. Sedangkan Mark kini sudah pensiun dari tugasnya sebagai astronot.

Dan ternyata, dari sampel DNA yang diambil dari kedua saudara kembar identik tersebut, ditemukan sebuah hal yang menakjubkan. Para peneliti NASA menyebutkan bahwa saat ini, DNA milik Scott telah berubah secara signifikan.

“Telomere (ujung kromosom yang memendek saat orang bertambah usia) milik Scott benar-benar berubah menjadi lebih panjang,” ungkap pihak NASA.

Baca Juga : 5 Bulan di Luar Angkasa, Astronot NASA Mendarat di Kazakhstan

Sebenarnya, hasil ini telah di presentasikan oleh NASA pada 2017 lalu. Namun kemudian, mereka kembali melakukan pengujian genomik terhadap Scott secara rutin.

“Dan kami menemukan jika mayoritas telomere Scott telah memendek dua hari setelah dia berada di bumi,” lanjut mereka.

Meski begitu, ternyata tidak semua DNA Scott kembali sepenuhnya. Peneliti mengungkapkan jika 7 persen DNA Scott telah berubah untuk waktu yang sangat lama, jika dibandingkan dengan saudara kembarnya. Perubahan ini ternyata sudah berlangsung selama dua tahun.

"Saya membaca di koran beberapa hari yang lalu bahwa 7 persen DNA saya telah berubah secara permanen," kata Kelly dalam sebuah wawancara baru-baru ini. "Dan saat saya membaca itu, saya seperti, 'Hah, yah itu aneh’.'"

Pihak NASA sendiri mengungkapkan jika studi kembar ini merupakan langkah awal menuju misi pengiriman astronot ke tanah Mars. Mereka juga mengaku telah mempersiapkan beberapa misi serta membangun teknologi untuk membantu manusia pergi ke Mars.

Sebagai informasi, misi ke Mars akan memakan waktu sekitar tiga tahun, yang berarti para astronot harus tinggal tiga kali lebih lama jika dibandingkan dengan Scott. Pertanyaannya adalah, dapatkah tubuh manusia bertahan selama itu di Mars?

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini