nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Donald Trump Kritik Banyaknya Kekerasan dalam Game

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 15:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 12 326 1871439 donald-trump-kritik-banyaknya-kekerasan-dalam-game-ZfDCq1VZSg.jpg Ilustrasi (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan perwakilan industri game telah bertemu di Gedung Putih pada Kamis (8/3/2018) waktu setempat. Dalam pertemuan ini, kedua pihak membicarakan mengenai kekerasan yang seringkali terjadi di dalam sebuah game.

Sayangnya, dalam pertemuan tersebut, Presiden AS ke-45 ini melontarkan komentar pedas terhadap kekerasan yang bisa terjadi di dalam game. Hal ini dilakukannya setelah pihak Gedung Putih menayangkan sebuah video yang menampilkan banyak kekerasan di dalam game.

Saat menyaksikan video tersebut, Trump seringkali melontarkan komentarnya terhadap cuplikan tersebut. Dalam cuplikan video yang diambil dari YouTube tersebut, memang terlihat beberapa game seperti Call of Duty, Sniper Elite 4, serta Fallout 4 memiliki adegan kekerasan yang cukup kuat. 

“Ini kekerasan bukan?” ujar Trump mengomentari video tersebut, seperti dikutip dari Polygon. Selain Trump, salah satu anggota Partai Republik, Vicky Hart hadir dalam penayangan tersebut. Perempuan ini pun terkenal sebagai kritikus untuk industri game.

Baca juga: Deretan Game Baru yang Hadir pada 2018

"Ada cuplikan kekerasan di mana individu membunuh manusia lain dengan berbagai cara," ungkap Vicky.

Saat dikonfirmasi, pihak perwakilan industri game melalui Entertainment Software Association (ESA) menyebutkan jika hal ini seperti salah satu taktik pengalihan isu terkait pengaturan senjata api. Seperti diketahui, Donald Trump memerintahkan para guru untuk membawa senjata ke dalam kelas.

Baca juga: 3 Game Teraneh yang Pernah Ada, Apa Saja?

ESA juga mengungkapkan jika Trump terlihat lebih fokus kepada isu kesehatan mental dari pelaku itu sendiri. Bahkan jika mengingat pertemuan di Gedung Putih pekan lalu, Trump malah mengaitkan game dan film yang mengandung kekerasan dengan penyebab maraknya kasus penembakan yang terjadi di AS.

Sekedar informasi, pihak ESA sendiri sudah memberikan beberapa bukti kepada pihak Pemerintah AS. Mereka membawa bukti penelitian yang dilakukan oleh beberapa pihak, yang menjelaskan tidak adanya kaitan antara kekerasan dan game.

“Game jelas tidak menjadi masalah. Hiburan ini telah didistribusikan dan dikonsumsi secara global, namun AS memiliki tingkat kekerasan senjata yang jauh lebih tinggi daripada negara lain,” tegas ESA.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini