nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Chyrus Field, Pengusung Teknologi Komunikasi Antar Benua

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 07:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 12 56 1871684 kisah-chyrus-field-pengusung-teknologi-komunikasi-antar-benua-C9zYuGs9Xs.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Chyrus Field adalah seorang pedagang dan investor kaya yang mendalangi pembuatan kabel telegraf transatlantik pada pertengahan 1800-an. Cyrus lahir pada 30 November 1819 sebagai putera seorang menteri, ia dididik sampai usia 15 tahun.

Dengan bantuan kakak laki-lakinya, David Dudley Field, ia mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai toko di ritel A.T Stewart yang merupakan seorang pedagang terkenal di New York.

Dilansir dari ThoughtCo, bekerja selama tiga tahun untuk Stewart, Field mencoba untuk mempelajari semua yang ia bisa mengenai bisnis. Ia meninggalkan Stewart dan mengambil pekerjaan sebagai salesman untuk sebuah perusahaan kertas di New England, tetapi perusahaan kertas tersebut gagal.

Field terjun ke dunia bisnis untuk dirinya sendiri, ia menjadi sangat sukses sepanjang tahun 1840. Akan tetapi pada 1 Januari 1853 ia pensiun dari bisnisnya, ia membeli sebuah rumah di Gramercy Park, New York City.

Field melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dan kemudian kembali lagi. Ia diperkenalkan ke Frederick Gisbone yang mencoba menghubungkan jalur telegraf dari New York ke St. John’s, Newfoundland. St. John adalah titik paling timur Amerika Utara dan sebuah stasiun telegraf di sana dapat menerima berita paling awal yang dibawa di atas kapal-kapal dari Inggris yang kemudian dibawa ke New York.

Gisbone memiliki rencana untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan saat menyampaikan berita yang dapat memakan waktu sampai enam hari antara London dan New York. Field mulai bertanya-tanya apakah kabel dapat direnggangkan untuk melintasi samudera luas.

Field meminta saran kepada penemu telegraf Samuel Morse dan Letnan Mattew Maury dari angkatan laut A.S yang baru-baru ini melakukan penelitian kedalaman Samudra Atlantik. Keduanya mengatakan bahwa secara ilmiah kemungkinan dapat menjangkau Samudra Atlantik dengan kabel telegraf bawah laut.

Baca juga: Daftar Penemu Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Berkat kegigihan Field, berita yang telah memakan waktu berminggu-minggu untuk bepergian dengan kapal dari Eropa ke Amerika dapat ditransmisikan dalam hitungan menit. Peletakan kabel di seberang Samudra Atlantik merupakan usaha yang sangat sulit.

Kabel pertama yang melintasi Samudera Atlantik mulai beroperasi pada musim panas 1858. Namun kabel berhenti beroperasi hanya beberapa Minggu yang sepertinya disebabkan oleh listrik, dan Field memutuskan untuk mencoba lagi dengan sistem yang lebih andal.

Baca juga: Berawal dari Coba-Coba, Martin Cooper Ciptakan Ponsel Seluler

Upaya kedua, yang ditunda oleh masalah keuangan dan pecahnya Perang Saudara, tidak berhasil sampai tahun 1866. Namun, kabel kedua bekerja, dan terus bekerja, dan dunia terbiasa dengan berita yang berjalan cepat melintasi Atlantik.

Perang Saudara mengganggu rencana Field, namun pada 1865 sebuah usaha untuk memasang kabel kedua dimulai. Upaya itu tidak berhasil, namun sebuah kabel yang diperbaiki akhirnya dipasang pada 1866. Kapal uap Great Eastern, yang merupakan bencana finansial sebagai kapal penumpang, digunakan untuk meletakkan kabel.

Kabel kedua mulai beroperasi pada musim panas 1866. Ini terbukti dapat diandalkan, dan pesan segera berlalu antara New York dan London. Keberhasilan kabel membuat Field menjadi pahlawan di kedua sisi Atlantik. Akan tetapi keputusan bisnis yang buruk setelah kesuksesannya yang besar membantu menodai reputasinya.

Field dikenal sebagai operator besar di Wall Street, dan dikaitkan dengan pria yang dianggap sebagai perampok, termasuk Jay Gould dan Russell Sage. Ia mendapat kontroversi mengenai investasi, dan kehilangan banyak uang.

Di tahun-tahun terakhir hidupnya ia terpaksa menjual sebagian dari tanah besarnya. Ketika Field meninggal pada 12 Juli 1892, ia dikenang sebagai orang yang telah membuktikan bahwa komunikasi dimungkinkan antar benua.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini