nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Tinta Tato Tahan Lama di Kulit Manusia?

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 09:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 12 56 1871688 mengapa-tinta-tato-tahan-lama-di-kulit-manusia-YBbPuWH8ux.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tato dikenal sebagai suatu bentuk seni di tubuh, bahkan ada yang mengatakan sebagai grafiti pada kulit. Pada dasarnya, semua orang menyepakati bahwa tato bertahan selamanya. Namun, bagaimana tinta tato bekerja sehingga bertahan selamanya di kulit.

Dilansir dari Sciencealert, tinta akan disuntikkan melalui lapisan luar kulit, epidermis ke lapisan dalam kulit yang disebut dermis. Menusuk kulit membuat sistem kekebalan tubuh manusia bereaksi, sel darah putih yang disebut makrofag berkumpul di lukanya dan tinta tato.

Makrofag menghirup partikel pewarna yang menyerang seperti unsur asing lainnya. Menurut sebuah studi baru yang dilakukan periset dari Centre d’Immnunologie de Marseille Luminy dari Prancis tampaknya makrofag tidak seperti tato yang bertahan selamanya.

Saat melakukan percobaan dengan tato pada tikus, tim peneliti menemukan bahwa ketika tim membunuh makrofag dengan tinta melalui injeksi toksik, tato tersebut tetap bertahan dengan sempurna pada tubuh tikus.

Jika makrofag menjadi pengaruh agar tato tetap bertahan, hal ini tidak akan mungkin terjadi, karena untuk membunuh sel-sel tersebut harus mengubah bentuk tato.

Baca juga: Mengapa Manusia Memejamkan Mata ketika Bersin?

Desain tato yang dibuat pada jaringan kulit ternyata menggunakan sistem pass it on, yang di mana dalam percobaan saat makrofag mati setelah terpapar racun maka ia akan melepaskan muatan tintanya. Kemudian nantinya akan diambil oleh sel kekebalan lainnya yang berada di jaringan sekitarnya.

Sistem hand over ini melakukan siklus penangkapan-pelepasan tanpa ada tato yang hilang. Proses perputaran pada sel ini merupakan sistem yang membuat tato pada kulit tetap berada di tempat sesuai yang diinginkan, hal ini ditunjukkan oleh Peter Hess di Inverse.

Ketika pigmen tato yang dimuat pada mikrofag mati, maka makrofag akan menangkap kembali pigmen yang telah dilepaskan dan memastikan secara dinamis bahwa tato dapat bertahan untuk jangka panjang. Hal ini dikemukakan oleh ahli imunologi, Sadedrinw Henri.

Baca juga: Mengapa Mata Kucing Menyala di Malam Hari?

Para periset mengatakan penemuan sistem hand-over ini benar-benar dapat meningkatkan efisiensi teknik penghapusan tato berbasis laser, dengan waktu penembakan laser berurutan dengan pelepasan antibodi-racun yang direkayasa.

Hal ini memungkinkan menghapus tato secara bersamaan terhadap mikrofag yang mengandung tato. Oleh karena itu, semua tinta tato akan bebas di dalam dermis pada saat yang bersamaan dan dapat diakses oleh laser untuk mengubahnya menjadi potongan-potongan kecil.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini