nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Temukan Mutasi Genetik yang Sebabkan Insomnia

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 12 56 1871697 ilmuwan-temukan-mutasi-genetik-yang-sebabkan-insomnia-PSfARstGUk.jpg (Foto: Chalabala/iStock)

JAKARTA - Insomnia adalah sesuatu yang terjadi pada jutaan orang di seluruh dunia. Bagi penderita insomnia hal ini mengerikan dan terkadang berpikir malam sepertinya tidak akan pernah berakhir.

Dilansir dari Sciencealert, para periset mengatakan bahwa telah dikonfirmasi mengenai kondisi ini dapat diwariskan dan telah menemukan mutasi genetik yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Diperkirakan, 20 persen orang Amerika mengalami masalah tidur, untuk beberapa hal ini adalah sesuatu yang buruk.

Dalam sebuah studi baru yang dipimpin oleh Psikiater Murray Stein dari University of California San Diego, para periset menganalisis data dari Army Study To Assess Risk and Resilience in Servicemembers (STARRS). Studi ini merupakan studi terbesar mengenai risiko kesehatan mental yang pernah dilakukan antara personil militer AS.

Insomnia telah lama dianggap sebagai kondisi yang dianggap dapat diwariskan dengan meneliti pola tidur. Kondisi tersebut kemungkinan berakar dari DNA, meskipun baru-baru ini beberapa saat setelah penyelidikan 'genome-wide association study' (GWAS) mulai mengisolasi faktor genetik apa yang mungkin terjadi.

Dalam studi, analisis menunjukkan insomnia dikaitkan dengan adanya mutasi genetik spesifik pada kromosom 7, dan pada orang-orang keturunan Eropa yang ada juga perbedaan pada kromosom 9. Menurut tim, varian kromosom 7 berada di dekat gen yang disebut AUTS2, yang pada penelitian sebelumnya juga dikaitkan dengan peraturan konsumsi alkohol, ditambah gen yang terkait dengan perkembangan otak dan sinyal listrik yang terkait dengan tidur.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Bentuk Cahaya Baru, Seperti Apa?

Selanjutnya, di antara tentara garis keturunan Eropa, ada ikatan genetik antara tidur dan depresi berat, dan gangguan lainnya juga. Terkait dengan insomnia dapat menyebabkan risiko genetik yang mendasari berbagai kondisi kesehatan termasuk gangguan kejiwaan dan penyakit metabolik.

Baca juga: Langka, Ilmuwan Temukan Mineral dalam Sepotong Berlian

Temuan baru membangun penelitian serupa yang dipublikasikan tahun lalu, yang menilai DNA lebih dari 110.000 individu, mengidentifikasi tujuh gen yang terkait dengan risiko insomnia selain hal-hal seperti kecemasan, depresi, neurotisme, dan rasa rendah kesejahteraan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini