Rudiantara Bantah Isu Bocornya Data KK dan KTP ke China

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 15:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 207 1872034 rudiantara-bantah-isu-bocornya-data-kk-dan-ktp-ke-china-MKnzymJxEL.jpg Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Foto :Nur Chandra Laksana/Okezone)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu beredar isu jika jutaan data Kartu Keluarga (KK) dan kartu Tanda Penduduk (KTP) bocor ke pihak asing. Diduga, Kementerian Komunikasi dan informatika yang telah membocorkan data tersebut.

Informasi ini beredar dari sebuah akun Twitter yang bernama @PartaiHulk. Di dalam cuitannya, akun tersebut menyatakan jika Menkominfo Rudiantara dipaksa intelijen China membocorkan minimal 70 juta KK dan KTP.

Mendengar hal tersebut, Rudiantara melalui akun Twitter pribadinya langsung membantah hal tersebut. Dia menyebutkan jika cuitan tersebut merupakan fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar.

Baca Juga : Rudiantara Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data KK

Dalam sebuah kesempatan, saat Okezone mengonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Rudiantara pun membenarkan kejadian tersebut. Dia merasa perlu meluruskan informasi yang salah tersebut.

"Sudah saya balas kan? Kan gini, pemerintah itu selalu melakukan pendekatan semaksimal mungkin. Soft approach. Kami mengingatkan teman-teman, masyarakat. Tidak main represif saja", ujar Rudiantara kepada awak media seusai acara diskusi publik Menanti UU Perlindungan Data Pribadi di Perpustakaan Nasional, Selasa (13/3/2018).

Baca Juga : Registrasi Kartu SIM, Masyarakat Diimbau Hati-hati Berikan KK Kepada Pihak Lain

Pria yang akrab dipanggil Chief RA ini juga mengatakan, dia telah memperingati sang pemilik akun jika apa yang dilakukan olehnya bukan hal yang benar untuk dilakukan. Saat ditanya apakah hal ini akan dibawa ke ranah hukum, dia belum memikirkan hal tersebut.

"Kita lihat saja responnya. Kan (saya) ngomongnya baik-baik, sopan. Tweet saya sopan kan, ingetin ini gak boleh," pungkasnya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu Menkominfo Rudiantara mengonfirmasi jika tidak ada kebocoran data selama pelaksanaan registrasi ulang kartu SIM prabayar. Dia menduga, apa yang selama ini terjadi lebih condong ke arah penyalahgunaan data.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini