Google Doodle Hari Ini Tampilkan 'Pi Day', Apa Itu?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 12:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 207 1872521 google-doodle-hari-ini-tampilkan-pi-day-apa-itu-zvfTOdW134.jpg (Foto: Google)

JAKARTA - Google Doodle hari ini atau Rabu (14/3/2018) menampilkan gambar kue pai yang membentuk tulisan Google. Bila pengguna mengklik gambar tersebut, maka pengguna akan dibawa menuju halaman hasil pencarian yang berkaitan dengan 'Pi Day'.

Pi Day atau Hari Pi dijelaskan sebagai perayaan tahunan konstanta matematika π (pi). Hari Pi kabarnya dirayakan setiap Maret, tepatnya hari ini atau 14 Maret.

Wikipedia menerangkan, peringatan besar-besaran pertama Hari Pi diadakan oleh Larry Shaw pada 1988 di Exploratorium San Francisco, di mana Shaw bekerja sebagai fisikawan. Dia dengan stafnya berbaris, berkeliling salah satu ruang bundarnya, lalu memakan pai buah. Selanjutnya Exploratorium melanjutkan tradisi memperingati hari Pi.

Hari Pi telah dirayakan dengan berbagai cara, termasuk makan pai, melempar pai dan membahas pentingnya bilangan π (pi). Hal ini karena adanya permainan kata-kata berdasarkan kata-kata "pi" dan "pie" (pai) yang merupakan homofon dalam bahasa Inggris.

Konon, Massachusetts Institute of Technology sering mengirimkan surat aplikasi kepada calon mahasiswa untuk diterima sebagai mahasiswa pada Hari Pi. Mulai tahun 2012, MIT telah mengumumkan bahwa pihaknya akan memposting keputusan tersebut (pribadi) secara online di Hari Pi pada pukul 6:30 waktu setempat, yang mereka sebut "Tau Time".

Konstanta matematika π (pi) tidak terlepas dari sosok William Jones yang menemukan simbol bilangan pi. Jones pertama kali menggunakan simbol Yunani 'π' untuk menunjukkan nilai pi sebagai bilangan konstan 3,1415... Sebelum penemuan Jones, penaksiran seperti 22/7 dan 355/113 juga telah digunakan untuk menunjukkan rasionya.

Baca juga: Perjalanan William Jones sang Penemu Simbol Bilangan Pi

Untuk menjelaskan fungsinya, ia menuliskan, “Proporsi yang tepat antara diameter dan keliling tidak akan dapat dinyatakan dalam angka". Oleh karena itu, perlu penggunaan simbol untuk mewakili angka ideal yang mendekati. Jones mengakui bahwa hanya simbol platonik murnilah yang mampu memadai.

Pada 1708, Jones berhasil mengakuisisi sebuah perpustakaan dan arsip luas, yang berisi beberapa tulisan Newton dari 1670-an. Tahun berikutnya, ia mengajukan permohonan untuk mengajar di Sekolah Matematika Rumah Sakit Kristus, namun ditolak.

Baca juga: Google Doodle Rayakan 50 Tahun Bahasa Pemrograman Anak

Jones kembali menjadi tutor pribadi, tetapi ia juga turut membantu Newton menyelesaikan perselisihan dengan ahli matematika Jerman, Gottfried Leibniz, yang memperdebatkan siapa penemu kalkulus pertama.

Pada 1712, Jones bergabung dengan komite yang dibentuk oleh Royal Society, untuk menentukan siapa penemu kalkulus. Ia telah menjadi bagian dari perkembangan matematika.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini