nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ups! Banyak Masyarakat Lakukan Hal Ini saat Registrasi SIM Prabayar

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 20:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 207 1872815 ups-banyak-masyarakat-lakukan-hal-ini-saat-registrasi-sim-prabayar-4VJA0XtZUA.jpg Ilustrasi SIM (sumber : Shutterstock)

JAKARTA - Pelaksanaan registrasi ulang (re-registrasi) SIM prabayar kini sudah memasuki masa tenggang. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia hingga April mendatang untuk melakukan registrasi ulang terhadap kartu SIM milik mereka agar tidak hangus.

Namun ternyata, dalam penyelenggaraan re-registrasi ini, banyak hal yang “nyeleneh” yang ditemui oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga : Rudiantara Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data KK

“Banyak orang yang masih mencoba untuk mendaftarkan nomor mereka dengan nomer KK dan NIK yang asal. Misalnya pakai nomer beruturan atau acak sepanjang 16 karakter,” ujar Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakrulloh di acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 yang dilangsungkan di Kantor Kominfo, Rabu (14/3/2018).

Tentu saja, hal ini menjadi sebuah hal yang cukup mengesalkan bagi Dukcapil, mengingat masih banyaknya masyarakat yang ingin mendaftarkan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, Zudan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang masih iseng melakukan hal tersebut.

“Yang seperti ini langsung kita blokir. Kita kirim pesan ‘Maaf NIK dan KK tidak cocok’,” jelasnya.

Selain itu, Zudan juga memberikan tanggapannya terhadap masalah kegagalan dalam melakukan re-registrasi SIM prabayar yang kerap dirasakan masyarakat. Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa terjadi.

Baca Juga : Rudiantara Bantah Isu Bocornya Data KK dan KTP ke China

“Pertama mungkin saja mereka menggunakan nomor KK yang sudah lama, yang masih berwarna merah. Format ini telah kami ganti dengan format baru, seperti yang tertera di KK berwarna biru,” jelasnya.

“Kedua, bisa saja karena salah input. Ini biasanya terjadi saat masyarakat melakukan pemecahan KK. Sang anak yang sudah keluar dari KK lama dan sudah memiliki KK baru, malah mendaftar pakai nomer KK lama," terangnya.

Sekedar informasi, hingga Rabu (14/3/2018) pagi, pihak Kominfo mengatakan sudah menerima sekira 351.595.558 nomor yang berhasil terdaftar. Namun, jumlah ini masih belum dikurangi dengan nomor yang diregistrasi menggunakan data yang tidak sah. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini