Registrasi Ulang SIM Prabayar, Dukcapil: Database Kami Terlindungi dengan Baik

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 15 207 1873022 registrasi-ulang-sim-prabayar-dukcapil-database-kami-terlindungi-dengan-baik-p8zoSDDNFp.jpg Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrulloh (foto : Nur Chandra Laksana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah menyatakan bahwa tidak ada kebocoran data yang terjadi selama proses registrasi ulang SIM prabayar. Indikasi yang terjadi di lapangan lebih terlihat sebagai penyalahgunaan data, bukan kebocoran data.

Pernyataan ini diperkuat oleh pernyataan dari Dirjen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof Zudan Arif Fakrulloh.

“Tidak ada kebocoran data,” tegas Zudan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 yang dilangsungkan di Kantor Kominfo, Rabu (14/3/2018).

Zudan menjelaskan, sistem keamanan database penduduk Indonesia pun sudah sangat kuat. Untuk mengakses database ini secara fisik, banyak pemeriksaan yang dilakukan oleh Kemendagri.

Baca Juga : Kominfo: Bukan Pencurian, Ada Penyalahgunaan NIK dan KK saat Registrasi Kartu SIM

“Untuk masuk, seseorang harus tiga kali melakukan pemindaian sidik jari di tiga pintu berbeda,” jelasnya.

Kemudian, dia juga menjelaskan bahwa selama registrasi ulang ini, jaringan data yang dikirimkan melalui dan/atau operator seluler diklaim sangat aman. Dia yakin tak ada kebocoran data yang terjadi saat melakukan transfer data.

“Kami pakai sistem host-to-host, langsung dari Dukcapil ke operator. Selain itu, kita pun menggunakan VPN selama melakukan transfer data,” kata dia.

Tak luput, Zudan pun memberikan komentarnya terhadap penyalahgunaan data yang terjadi oleh salah satu masyarakat. Dia mengatakan sudah melakukan investigasi terhadap hal tersebut.

Baca Juga : Indosat Ooredoo Imbau Pelanggan Registrasi Ulang Kartu Prabayar

“Adanya di sebuah kota di Jawa Tengah, berawal dari seorang ibu-ibu yang tidak bisa melakukan registrasi ulang,” terang Zudan.

“Dia kemudian memberikan nomor NIK dan KK ke salah satu counter pulsa. Data inilah yang akhirnya dipergunakan untuk mendaftarkan puluhan nomor sekaligus,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memberikan informasi pribadi seperti fotocopy KTP dan KK kepada orang yang tak dikenal. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi disalahgunakannya data Anda oleh pihak lain.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini