NASA Kembangkan Baju Luar Angkasa Dilengkapi Toilet, Seperti Apa?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 17:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 15 56 1873198 nasa-kembangkan-baju-luar-angkasa-dilengkapi-toilet-seperti-apa-LRgoznQ0Cu.jpg Baju Luar Angkasa (sumber : NASA)

JAKARTA - Para peneliti NASA dikabarkan telah mengembangkan baju luar angkasa baru untuk membantu para astronot untuk buang air besar di luar angkasa. Pasalnya, selama ini para astronot harus menggunakan toilet spesial di dalam pesawat untuk melakukan kegiatan alami tersebut.

Baju luar angkasa yang diberi nama Orion Crew Survival Systems Suits (OCSSS) ini dikabarkan akan memiliki berbagai kemampuan yang hebat. Hal ini dikarenakan OCSSS memang ditujukan sebagai baju luar angkasa masa depan, yang diharapkan dapat menemani manusia menjelajah dari bulan, dan kembali ke Bumi.

Mengutip dari laman Space, toilet yang ada di dalam baju luar angkasa ini sebenarnya akan memiliki sistem yang sama dengan toilet yang berada di kapal ruang angkasa. Namun bedanya, OCSSS akan memiliki sistem manajemen pembuangan yang lebih kompak.

Baca Juga : Pesawat Luar Angkasa Juno Tangkap Foto Permukaan Jupiter

Selain itu, OCSSS juga dirancang secara khusus agar penggunanya bisa bertahan lebih lama di luar angkasa. Dalam keadaan darurat, seorang astronot yang menggunakan OCSSS dapat bertahan selama enam hari.

Pasalnya, OCSSS ini memiliki kemampuan untuk memberikan makan dan minum, serta membantu astronot untuk mandi tanpa harus membuka baju luar angkasa tersebut.

Sayangnya, para peneliti mengungkapkan bahwa dalam pengembangan baju luar angkasa ini, masih banyak masalah yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pengembangan baju luar angkasa untuk perempuan.

Dalam beberapa jurnal mengungkapkan bahwa dalam mengembangkan baju luar angkasa untuk perempuan mengalami banyak tantangan. Hal ini dikarenakan beberapa model toilet spesial ini membuat para perempuan tersiksa, dikarenakan bentuk alami dari kelamin mereka.

Baca Juga : Helen Ochoa, Astronot Perempuan NASA Hampir 1.000 Jam di Luar Angkasa

Tidak seperti di Bumi, toilet di luar angkasa akan menyedot semua kotoran dan air seni yang dikeluarkan oleh manusia. Mekanisme inilah yang membuat para perempuan tersiksa saat menggunakan toilet di luar angkasa.

“Terlebih lagi dikarenakan bulu halus di sekitar kelamin, yang sering kali menangkap cairan dikarenakan microgravity,” ujar salah satu peneliti NASA, Kirstyn Johnson.

“Jadi, Anda harus merancang sesuatu yang pada dasarnya bisa mencakup sebagian besar rambut publik mereka, sekaligus melindungi mereka dari infeksi seperti infeksi saluran kemih tanpa masalah kotoran yang menghalangi,” jelasnya.

Sekedar informasi, sebenarnya mulai dari 2016, NASA sudah melakukan sayembara mengenai desain baju luar angkasa yang cocok bagi astronot perempuan. Sayangnya hingga saat ini, masih belum ada desain yang bisa mengakomodir hal tersebut. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini