Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemanfaatan Nuklir di Indonesia yang Jarang Diketahui Masyarakat

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 13:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 16 56 1873690 pemanfaatan-nuklir-di-indonesia-yang-jarang-diketahui-masyarakat-WwmdCkmFcg.jpg Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto (Foto : Okezone)

JAKARTA - Jika mendengar kata nuklir, masih banyak masyarakat dunia, termasuk Indonesia yang merasa ketakutan. Hal ini dikarenakan mereka hanya tahu, jika nuklir selama ini dipakai untuk membuat senjata saja.

Namun ternyata, menurut Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto, nuklir memiliki banyak kegunaan. Bahkan, pada saat ini, mungkin masyarakat sudah merasakan manfaat dari teknologi nuklir, meski tidak mengetahuinya.

“Sudah banyak pemanfaatan nuklir di kehidupan sehari-hari. Mulai dari bidang pangan, medis, energi, dan lainnya,” ujar Djarot dalam Program Live Streaming Special Dialogue Okezone, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga : Perkuat Clearing House Teknologi Nuklir, BATAN Gelar Audit Teknologi

Dia menjelaskan jika pada saat ini, BATAN sudah melakukan banyak eksperimen dengan nuklir. Contohnya adalah di bidang pangan, dengan menciptakan beras yang dimutasi dengan radiasi nuklir.

“Beras ini lebih unggul dari beras lainnya. Selain pulen, beras ini pun memiliki ketahanan yang lebih baik dari hama. Belum lagi masa panen dari beras ini juga lebih pendek. Kan ini menguntungkan petani. Dan ini aman. Saya juga sudah makan (beras mutasi nuklir)," jelasnya.

Kemudian, jika berbicara mengenai bidang kesehatan, ternyata BATAN sudah memiliki obat yang mereka produksi sendiri dengan menggunakan teknologi nuklir. Obat tersebut adalah jenis obat penghilang rasa nyeri untuk para pengidap kanker.

“Sebagai contoh, almarhum Julia Peres sudah menggunakan obat pereda nyeri kami, yang namanya Sm-EDTMP. Obat ini bisa menggantikan obat morfin, yang selama ini dipakai untuk meredakan nyeri,” kata dia.

“Kelebihan dari obat kami adalah dapat bertahan menahan nyeri hingga 40 hari. Sedangkan morfin hanya dapat bekerja selama beberapa jam saja," tambahnya.

Baca Juga : BATAN Targetkan Detail Engineering Design Reaktor Daya Eksperimental Rampung Medio 2018

Sedangkan kegunaan terakhir dari nuklir bagi masyarakat Indonesia adalah di bidang energi. Djarot mengatakan bahwa hal ini dapat dilakukan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“PLTN ini merupakan salah pembangkit listrik terbarukan yang ramah lingkungan, selain pembangkit pembaruan lainnya,” ujarnya.

Pihak BATAN sendiri telah menyatakan kesiapan mereka untuk menyongsong pembangunan PLTN di Indonesia. Kendalanya kini ada di pihak pemangku kebijakan yang masih menjadikan PLTN menjadi pilihan terakhir. Begitu juga masih tingginya ketakutan masyarakat terhadap keberadaan PLTN.

“Pokoknya jika Pemerintah siap, kita siap mengawal pembangunan PLTN di Indonesia," pungkasnya. (chn)

BATAN Targetkan Detail Engineering Design Reaktor Daya Eksperimental Rampung Medio 2018

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini