Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BATAN Siap Kelola PLTN, Tapi...

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 15:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 16 56 1873746 batan-siap-kelola-pltn-tapi-6SGMRYy617.jpg Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto (Foto : Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto menyatakan kesiapannya untuk mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kini mereka menunggu kesiapan dari Pemerintah dan juga masyarakat atas kehadiran PLTN tersebut.

Djarot mengatakan, hingga saat ini, pembangunan PLTN masih menjadi sebuah pilihan terakhir bagi para decision maker. Hal ini dikarenakan masih adanya pilihan lain dalam menghasilkan listrik bagi Indonesia.

“Mungkin nanti jika sudah tidak ada pilihan lain, baru kita akan membangun PLTN,” ujar Djarot dalam acara live Special Dialogue Okezone, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga : Bangun PLTN, Kepala BATAN: Bagaimana Menghilangkan Rasa Takut Kita

Saat ini Djarot mengumpamakan jika BATAN saat ini bagaikan prajurit yang sudah siap beraksi, namun pada kenyataannya belum juga bisa turun ke lapangan.

“Bisa-bisa kita pensiun sebelum bisa turun kelapangan,” katanya sambil tertawa.

Selain itu, dia juga mengeluhkan rendahnya alokasi dana yang diberikan oleh Pemerintah untuk mengembangkan bidang nuklir di Indonesia. Dia menyatakan dari Rp900 miliar dana yang diberikan, setengahnya sudah terpakai untuk menggaji karyawan BATAN selama satu tahun.

“Tapi kita tegaskan dengan dana yang terbatas ini, kita tetap mampu mengembangkan bidang nuklir,” sambungnya.

Kemudian saat ditanya bagaimana cara efektif dalam mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan nuklir, dia menyebutkan ada beberapa cara. Yang pertama adalah BATAN harus transparan terhadap semua proyek nuklir yang sedang mereka kembangkan, dan juga memberikan contoh ril kepada masyarakat.

“Di Indonesia sendiri, kita punya tiga pusat nuklir. Di Bandung yang sudah berdiri selama 50 tahun, di Yogyakarta yang sudah berumur 40 tahun, dan yang terbaru ada di Serpong,” paparnya.

Baca Juga : Pemanfaatan Nuklir di Indonesia yang Jarang Diketahui Masyarakat

“Nah yang di Serpong inilah yang menjadi reaktor riset terbesar di Asia Pasifik," tambahnya.

Dari contoh inilah, masyarakat bisa menilai apakah teknologi nuklir itu aman atau tidak Pasalnya, keseluruhan lokasi proyek nuklir tersebut ada di sekitar masyarakat.

“Ada yang di sebelah kampus, kebun binatang, hotel atau mall, dan bahkan ada yang di sekitar perumahan. Tapi, aman kan. Masyarakat pun boleh langsung melihat situs proyek nuklir ini, asal sudah dewasa," katanya.

Langkah kedua yang dilakukan BATAN adalah memastikan untuk memilih lokasi yang tepat untuk membangun PLTN tersebut. Mereka menyatakan bahwa mereka sudah berkaca dan belajar kepada kejadian bocornya PLTN di Fukushima, Jepang beberapa tahun lalu.

“Kita sadar Indonesia ada di wilayah ‘Ring of Fire’. Makanya kita harus cari lokasi yang paling aman agar masyarakat bisa percaya,” pungkasnya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini