Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengeksplorasi Alam, Kepala BATAN Terinspirasi Ilmuwan Stephen Hawking

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 16 56 1873751 mengeksplorasi-alam-kepala-batan-terinspirasi-ilmuwan-stephen-hawking-ZdF4OOAp2N.jpg Kepala Batan, Djarot Wisnubroto di acara Special Dialogue Okezone (Foto: Screenshot/Okezone)

JAKARTA - Alam semesta menyediakan sumber daya alam yang melimpah, yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Dalam bidang energi misalnya, manusia sudah mampu memanfaatkan energi mulai dari minyak Bumi hingga sinar matahari.

Nuklir menjadi salah satu alternatif energi yang kini sudah dipakai di beberapa negara di dunia. Terkait pemanfaatan nuklir dalam bidang energi, Indonesia masih menunggu lampu hijau dari pemerintah.

Pemanfaatan nuklir juga diperlukan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada energi yang berasal dari fosil yang terbatas. Untuk itu, eksplorasi alam diperlukan, memanfaatkan nuklir sebagai alternatif energi untuk masa depan.

Cara berpikir 'ekplorasi' inilah yang tampaknya dipegang oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto. Dalam perbincangan acara live streaming Special Dialogue di kantor Okezone, Jumat (16/3/2018), Djarot mengungkap beberapa sosok ilmuwan yang menjadi panutan, salah satunya Stephen Hawking.

"Kebetulan kan kemarin wafat Stephen Hawking, itu salah satu idola saya juga. Artinya orang yang memiliki kelemahan tapi berpikirnya open minded sekali," kata Djarot.

Baca juga: Meninggal di Usia 76 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita Stephen Hawking

Ia juga menyebut ilmuwan lainnya termasuk Einstein dan juga bapak Habibie. Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun belum pernah bertemu Stephen Hawking secara langsung, tetapi sebagian pandangan fisikawan kondang asal Inggris tersebut sesuai dengan pemikirannya.

"Kita ikuti apa yang menjadi buku-buku beliau, meskipun kadang-kadang dari sisi filosofi ada yang keluar dari keyakinan saya. Tapi open mind-nya itu yang saya suka, mengeksplorasi bahwa dunia itu harus dieksplorasi untuk kesejahteraan bersama itu yang harus kita pegang," jelasnya.

Djarot mengungkapkan, nuklir bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan. Selama ini, teknologi nuklir yang dimanfaatkan di Indonesia dipakai untuk bidang pertanian, yakni menciptakan varietas padi unggul.

Baca juga: Bangun PLTN, Kepala BATAN: Bagaimana Menghilangkan Rasa Takut Kita

Ada 3 reaktor nuklir saat ini yang berada di Serpong, Yogyakarta dan Bandung. Meskipun belum menghasilkan listrik, reaktor ini dipakai untuk mendukung pembuatan obat serta membantu dalam hal diagnosis serta pengobatan misalnya untuk mereka yang mengidap penyakit kanker.

Djarot menegaskan nuklir yang dimanfaatkan di Indonesia tentunya untuk tujuan damai. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari nuklir ialah menekan impor beras dan menjadikan Indonesia tidak lagi bergantung terhadap impor bahan pangan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini