NASA Gunakan Satelit untuk Berburu Planet Asing

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Sabtu 17 Maret 2018 08:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 16 56 1873831 nasa-gunakan-satelit-untuk-berburu-planet-asing-4cquB3AIiA.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pada 16 April, NASA akan memulai misinya dengan Transiting Exoplanet Survey Satellite untuk mencari planet yang mengorbit bintang paling terang. Misi ini diperkirakan akan memantau setidaknya 200.000 bintang untuk tanda-tanda adanya exoplanet, mulai dari yang seukuran Bumi hingga seukuran planet raksasa gas.

Dilansir dari Space.com, misi ini akan diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida. TESS akan mengantisipasi penemuan ribuan exoplanet yang berada di berbagai jenis bintang. Massachusetts Institute of Technology mengatakan misi ini akan menemukan setidaknya 50 planet yang hampir seukuran dengan Bumi.

Tim yang dipimpin oleh penyidik utama TESS, George Ricker yang juga merupakan astrofisikawan MIT mengatakan dalam sebuah artikel bahwa TESS diperkirakan akan menemukan lebih dari seribu planet lebih kecil dari Neptunus.

Pelepasan data kepada publik akan terjadi setiap empat bulan sekali dengan mengundang masyarakat luas untuk mempelajari planet baru. Warisan dari TESS akan menjadi katalog bintang terdekat dan paling terang yang transit di planet-planet dan akan bertahan sebagai target menguntungkan untuk penyelidikan.

Sementara itu, TESS pertama kali diluncurkan pada 2006 sebagai misi yang mendapat dukungan finansial dari beberapa institusi. Di tahun 2013, TESS terpilih sebagai misi dalam program explorer yang memiliki fitur besar namun tidak melebihi 200 juta dolar.

Baca juga: NASA Telusuri Kehidupan di Alpha Centauri, Adakah Alien?

Menurut NASA, TESS menempati orbit yang sebelumnya belum pernah digunakan di atas Bumi. TESS akan mengorbit Bumi setiap 13,7 hari dengan titik terdekat dengan Bumi sekira tiga kali jarak orbit geosynchronous, yang merupakan tempat sebagian besar satelit komunikasi beroperasi.

Saat TESS mencapai titik pada orbitnya, ia akan mentranmisikan data ke stasiun induk dengan memakan waktu tiga jam. Kemudian TESS akan melewati sabuk radiasi Van Allen ke orbit tertingginya 232.000 mil.

Baca juga: Menakjubkan! NASA Ungkap Animasi Perubahan Bumi dalam 20 Tahun

Satelit ini merupakan tindak lanjut dari teleskop luar angkasa Kepler NASA yang sukses menemukan ribuan exoplanet sejak diluncurkan pada 2009. Tapi, TESS akan fokus pada bintang yang 30 hingga 100 kali lebih terang daripada yang diperiksa Kepler, karena akan lebih mudah dikenali jika bintang-bintangnya terang.

Layaknya Kepler, TESS akan melihat variasi dari kecerahan bintang. Jika planet extrasurya melintas di depan bintang, maka nantinya akan menghalangi sebagian cahaya dan mengurangi kecerahan. Dengan misi ini maka diharapkan dapat mengumpulkan ribuan kandidat exoplanet, termasuk planet seukuran Bumi, karena akan membantu para astronom lebih memahami struktur tata surya di luar Bumi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini