Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Usmar Ismail, Sosok Google Doodle Hari ini

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 20 207 1875267 mengenal-usmar-ismail-sosok-google-doodle-hari-ini-dyhUOimNRB.png Doodle Usmar Ismail (sumber : Google.com)

JAKARTA - Di laman utama Google pada hari ini, Selasa (20/3/2018), terlihat sesosok pria berkumis yang sedang memegang kamera tua. Ternyata, sosok yang digambarkan oleh Google Doodle kali ini adalah Usmar Ismail, yang tepat dengan hari kelahirannya yang ke-97.

Bagi Anda penikmat film, maka nama ini pastinya tak asing di telinga. Pasalnya, pria kelahiran Fort De Kock, Dutch East Indies -- sekarang menjadi Bukittinggi, Sumatera Barat -- pada 1921 ini merupakan Bapak dari Film Nasional.

Mengutip dari laman Google Doodle, pada periode 1950 hingga 1960, Ismail menelurkan lebih dari 30 judul film. Beberapa film besar seperti Darah dan Doa (1950), Pedjuang (1960), Enam Djam di Djogdja (1951), dan lainnya.

Baca Juga : Jarang Diketahui, Ternyata Ini Inspirasi dari Logo Robot Android

Darah dan Doa sendiri merupakan salah satu film karya Ismail yang paling fenomenal. Saking fenomenalnya, Presiden B.J. Habibie dengan Dewan Film Nasional menetapkan Hari Film Nasional berdasarkan hari pertama syuting Darah dan Doa.

Sedangkan film lainnya yang cukup populer adalah Tiga Dara (1956). Film ini menceritakan tentang kisah roman tiga saudari, yang dibalut dengan komedi nan ringan. Dan Tiga Dara terpilih untuk masuk dalam karikatur Google Doodle hari ini bersama karikatur Ismail.

Selain fokus di dunia film, dia juga melakukan kontribusi besar lainnya di bidang seni Indonesia. Bidang tersebut adalah teatrikal, yang pada kala itu berada dalam keadaan yang kurang menggairahkan.

Baca Juga : Berkat Google, Siapapun Kini Bisa Berburu Planet Baru

Ismail juga dikenal sebagai pelindung utama dari seni dan salah satu penggerak dari pembentukan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). ATNI sendiri kemudian berhasil didirikan pada 1955.

Nama Ismail pada akhirnya diberikan kepada salah satu gedung di Jl H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan yang bernama Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail.

Terakhir, jika membicarakan mengenai penghargaan yang telah diterima oleh Ismail, dia memiliki beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Djam Malam dan Tamu Agung (1955) menjadi Film Komedi Terbaik. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini