Tiga Pemuda Asal Solo Ciptakan Aplikasi Medsos Asli Indonesia

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 16:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 21 207 1875956 tiga-pemuda-asal-solo-ciptakan-aplikasi-medsos-asli-indonesia-ySKpCGblCX.jpg (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Sejak terpilih menjadi Presiden, Joko Widodo selalu mendorong anak muda untuk memproduksi dan mengembangkan industri kreatif dalam negeri. Anak muda diharapkan bisa mengubah pola pikirnya yakni tidak hanya mengonsumsi tetapi juga harus bisa memproduksi.

Lecutan semangat Jokowi membuat 'tiga sekawan' yang kebetulan juga tinggal sekota dengan Jokowi yakni Solo mampu membuat terobosan baru karya berupa aplikasi media sosial. Mereka adalah Khrisna Adityangga, Dhanny Ardiansyah dan Mulyono Herman.

Karya tiga anak bangsa asal kota Bengawan resmi diluncurkan hari ini berupa aplikasi versi iOS dan website di Solo, Rabu (21/3/2018).

Produk lokal Indonesia yang diberi nama Oorth ini merupakan sebuah aplikasi media sosial (Medsos) yang fokus pada pengembangan komunitas secara digital. Sudah diakses oleh komunitas dari luar negeri seperti Hongkong, Australia, Malayasia, Singapura.

"Ada fitur chatting, juga berbagi foto. Dan saat ini dipercaya oleh sekitar 9 juta user dari seluruh Asia Pasific. Di antaranya mereka yang tergabung dalam buruh migran Indonesia untuk mengelola komunitasnya," terang Krishna Adityangga, CEO Skynosoft Portal Time, perusahaan berbasis software developer berbaris di kota Solo.

Selain komunitas buruh migran, seperti  WNI yang ada di Hongkong dan Malaysia, beberapa radio lokal juga bersedia menjadi partner media untuk mengelola komunitas pendengar siaran radio di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca juga: Bangga! 3 Pemuda Solo Bikin Aplikasi Pesaing Facebook, Instagram dan WhatsApp

Ketiga pemuda lokal yang sukses dalam pengembangan aplikasi medsos ini sangat berharap uluran tangan pemerintah agar bisa mendukung karya dari anak negeri. Dengan aplikasi medsos yang banyak digunakan oleh komunitas ini bisa membantu untuk menyelesaikan permasalahan sosial di Indonesia dengan baik.

Baca juga: Miliki 2.000 Pengguna, Ini Media Sosial Pesaing Facebook Buatan Indonesia

Mereka meminta agar pemerintah dapat mendukung berkembangnya aplikasi semacam ini. "Kita memang di daerah (Solo) namun kita berharap dalam dunia IT tidak mengenal regional (wilayah)," tutupnya. (Bramantyo)   

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini