Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Telur Berdiri Tegak saat Hari Tanpa Bayangan, Mitos atau Fakta?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 13:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 21 56 1875860 telur-berdiri-tegak-saat-hari-tanpa-bayangan-mitos-atau-fakta-WxjPJpnBn6.jpg Telur Berdiri (Sumber : Cultureofchinese.com)

JAKARTA - Pada hari ini, Indonesia kebagian satu fenomena alam, yakni fenomena vernal equinox. Peristiwa yang dikenal sebagai hari tanpa bayangan ini memang bukan sebuah hal yang terlalu istimewa, dikarenakan fenomena ini terjadi dua kali selama satu tahun.

Namun ternyata, ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat terkait fenomena ini. Salah satunya adalah mitos dapat berdirinya telur secara tegak saat fenomena ini terjadi di beberapa kota di garis khatulistiwa.

Namun ternyata, mitos ini sebenarnya tidaklah akurat. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin pun menepis mitos tersebut. Dia menyatakan tidak ada kaitan peristiwa hari tanpa bayangan dengan telur yang bisa berdiri sendiri.

Baca Juga : Puncak 'Hari Tanpa Bayangan' Jatuh pada Pukul 11.50 WIB

“Secara ilmiah tidak ada dasarnya (antara telur berdiri dengan vernal equinox),” ujar Thomas saat dihubungi via pesan singkat, Rabu (21/3/2018). Ia mengatakan, telur terlalu kecil untuk merespon gravitasi matahari.

Dia menambahkan, dapat berdirinya telur bisa dikarenakan faktor-faktor lain yang lebih masuk akal dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

“Lebih dipengaruhi kondisi permukaan tempat meletakkan telur. Kalau menegakkan telur di permukaan yang licin, tidak mungkin berhasil," jelasnya.

Baca Juga : Fenomena 'Hari Tanpa Bayangan' Bikin Matahari Lebih Terik, Apa Dampak Lainnya?

Thomas pun menyatakan bahwa alasan LAPAN mempublikasikan fenomena ini ke masyarakat Indonesia untuk lebih mengenali fenomena apa saja yang bisa terjadi di Indonesia. Dan juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait fenomena vernal equinox.

“Ini hanya jadi event edukasi publik,” ungkapnya.

Tak luput juga Thomas mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terpengaruh dengan berita tak akurat yang beredar di masyarakat.

“Jangan percaya hoax dan jangan turut menyebarkan hoax,” imbaunya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini