Ternyata Bulan Mengikuti Matahari Dijelaskan Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 06:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 21 56 1876055 ternyata-bulan-mengikuti-matahari-dijelaskan-alquran-dan-sains-1CwD1mEaHB.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Matahari menyinari Bumi, sehingga bisa terlihat objek-objek yang ada di permukaan Bumi. Munculnya matahari menandakan masuknya waktu pagi dan terbenamnya menunjukkan waktu malam.

Terdapat ayat di dalam Alquran yang menyebutkan tentang matahari dan bulan. "Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya," Surah Asy-Syams Ayat 1-2.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa dalam ayat ini, Allah bersumpah atas nama matahari dan waktu dhuhanya, sedangkan matahari adalah bintang terdekat dari Bumi. Allah bersumpah atas nama waktu dhuha, yaitu sesaat setelah terbitnya matahari hingga sebelum datang waktu Zuhur.

Matahari adalah sumber cahaya, energi, dan kehangatan bagi Bumi. Allah bersumpah atas nama bulan ketika mengiringi matahari dalam hal menyinari Bumi, yaitu ketika matahari telah terbenam. Ini merupakan petunjuk bahwa bulan mengiringi matahari dalam hal terbenam dan terbitnya.

Bulan berputar pada porosnya dengan kecepatan 1 kilometer per detik. Ia berputar mengelilingi Bumi dengan kecepatan yang sama dan menyelesaikan satu siklus revolusinya terhadap Bumi selama 29,5 hari.

Bagi penduduk Bumi, hanya satu sisi bulan saja yang tampak bagi mereka karena waktu yang ditempuh bulan untuk mengelilingi Bumi sama dengan waktu yang digunakannya untuk berotasi pada porosnya.

Suhu permukaan bulan berubah-ubah. Pada siang hari suhunya 110 derajat celcius pada sisi yang menghadap matahari, dan pada malam hari suhunya turun hingga minus 120 derajat celcius.

Atmosfer yang melingkupi bulan sangat sedikit. Hal ini menyebabkan bulan menjadi sasaran hantaman berbagai meteorid secara terus-menerus. Oleh sebab itu, permukaan bulan dipenuhi dengan lubang-lubang melingkar yang sangat dalam, dengan diameter mencapai 5 kilometer dan kedalaman 20 kilometer.

Baca juga: Bulan Pernah Bercahaya dan Panas seperti Matahari Dijelaskan Alquran dan Sains

Orbit revolusi bulan terhadap Bumi sedikit miring dari orbit revolusi Bumi terhadap matahari. Karena itu, manusia bisa melihat penampakan peredaran matahari dan bulan di langit dari timur ke barat tampak berdekatan, sehingga keduanya senantiasa beradu cepat.

Maka, bulan bertemu dengan matahari setiap sebulan sekali. Hal itu dimulai dengan munculnya hilal di ufuk barat setelah terbenamnya matahari, kemudian bulan berangsur-angsur tertinggal dari matahari.

Baca juga: Bulan Pernah Terbelah Terungkap Melalui Penelitian Sains

Ketika bulan purnama, terbitnya bulan berbarengan dengan terbenamnya matahari. Setelah itu, bulan terlambat terbit sekira 50 menit setiap hari, dan keterlambatan ini berlanjut hingga hilal bisa dilihat pada tengah hari.

Mungkin inilah yang dimaksud dengan firman-Nya, "dan bulan apabila mengiringinya," Surah Asy-Syams Ayat 2.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini