nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Katsuko Saruhashi, Sosok Google Doodle Hari Ini

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 11:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 22 207 1876329 katsuko-saruhashi-sosok-google-doodle-hari-ini-3xNZLZ9KvN.jpg Katsuko Saruhashi jadi sosok google doodle hari ini

JAKARTA - Laman utama Google pada hari ini, Kamis (22/3/2018), dihiasi Doodle dari sesosok wanita dengan latar belakang ilustrasi laut. Ternyata, Doodle kali ini dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-98 Katsuko Saruhashi, siapa sebenarnya dia?

Lahir di Jepang pada 1920, Katsuko kecil sangat tertarik dengan perubahan cuaca. Dia senang melihat bulir-bulir air hujan yang jatuh dari langit, di balik jendela rumahnya sambil bertanya-tanya bagaimana hujan bisa turun dari langit.

Ketertarikannya mengenai fenomena alam membuat dirinya masuk ke salah satu universitas kenamaan Jepang, yakni Universitas Tokyo. Namun, dia memilih untuk masuk jurusan kimia pada saat itu.

Karena ketekunannya terhadap bidang tersebut, dia pun berhasil mendapat gelar doktoral kimia pada tahun 1957. Yang lebih mengesankan lagi, Katsuko adalah wanita pertama yang mendapatkan gelar tersebut dari Universitas Tokyo.

Baca juga: Mengenal Sosok Gullermo Haro, Bintang Google Doodle Hari Ini

Tentu saja, dalam mendapatkan cita-citanya, Katsuko harus bekerja keras. Dia memiliki semangat yang tidak kalah dengan pria dalam mewujudkan impiannya.

“Ada banyak wanita yang memiliki kemampuan untuk menjadi ilmuwan hebat. Saya ingin melihat hari ketika wanita dapat berkontribusi pada sains & teknologi pada pijakan yang sama dengan pria,” ujar Katsuko seperti dikutip dari laman Google Doodle.

Di sepanjang karirnya, Katsuko memiliki beberapa penelitian yang terkenal sebagai ahli geokimia. Dia adalah orang pertama yang dapat mengukur konsentrasi asam karbonat dalam air berdasarkan suhu, pH Level, dan chlorinity dengan akurat.

Baca juga: Mengenal Usmar Ismail, Sosok Google Doodle Hari ini

Metodologi yang kemudian dinamai ‘Saruhasi Table’ ini terbukti sangat bermanfaat bagi para ahli kelautan di seluruh dunia. Dia juga mengembangkan teknik untuk melacak tingkat radiasi air selama eksperimen nuklir di lautan pada 1963.

Pengalaman ini yang kemudian membawa dirinya terpilih menjadi anggota Dewan Ilmu Pengetahuan Jepang pertama. Dia diangkat oleh para dewan lainnya pada 1980.

Selain itu, dia juga telah menerima penghargaan Miyake Prize di bidang kimia pada tahun 1985. Ini adalah satu contoh penghargaan dari belasan penghargaan lain yang pernah dia terima. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini