nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masuk Tahun Politik, Kominfo Beri Tips agar Terhindar dari Hoax

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 17:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 22 207 1876506 masuk-tahun-politik-kominfo-beri-tips-agar-terhindar-dari-hoax-TS3F3rvE72.jpg Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kominfo Niken Widiastuti (foto : Nur Chandra Laksana/Okezone)

JAKARTA - Beberapa bulan lagi, Indonesia akan masuk dalam tahun politik. Ini berarti, beberapa hal seperti hoax dan ujaran kebencian akan marak di berbagai media sosial. Masyarakat pun banyak takut jika mereka nantinya akan terjerumus ke dalam berita hoax tersebut.

Melihat hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak henti-hentinya memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mencerna informasi. Hal ini dikarenakan tanpa diminta pun, informasi baik yang benar maupun tidak akan menghampiri masyarakat.

“Saat ini, baik kita inginkan atau tidak, informasi datang mulai dari kita bangun tidur hingga kita hendak tidur masuk ke dalam smartphone kita. Oleh karena itu kita harus berhati-hati,” ujar Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kominfo Niken Widiastuti kepada Okezone selepas acara diskusi Weekly Forum bertema ‘Mengenal dan Menghadapi Hoax di Era Digital’ di Gedung Sindo, Kamis (22/3/2018).

Baca Juga : Kominfo: Proses Refarming Tidak Akan Ganggu Pengguna

Niken pun kemudian memberikan saran bagi masyarakat untuk menyongsong tahun politik tersebut. Dia meminta kepada masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran dari informasi yang masyarakat terima.

“Yang paling penting adalah wajib mengecek informasi yang datang kepada diri kita,” jelasnya.

Sebenarnya, untuk melakukan hal ini, ada beberapa pilihan. Namun belakangan ini, masyarakat tampaknya sudah mulai mengecek kebenaran sebuah informasi ke media mainstream.

“Kini masyarakat sudah balik ke media mainstream seperti TV, radio, atau media digital. Hal ini dikarenakan di media mainstream, untuk membuat sebuah berita harus melewati beberapa proses pengecekan sehingga lebih terpercaya,” paparnya.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat tidak sembarangan dalam menyebarkan kembali sebuah informasi. Salah-salah, masyarakat bisa mendapatkan hukuman pidana karena menyebarkan hoax.

Baca Juga : Masih Ada Selisih Data antara Dukcapil dan Operator, Ini Kata Rudiantara

“Kita juga harus mengecek kembali kebenaran dari sebuah informasi, cek kembali data-datanya. Inget lho, kita itu bertanggungjawab terhadap unggahan yang kita sebar,” tegas Niken.

Terakhir, masyarakat pun diimbau untuk melaporkan informasi atau postingan yang terkait dengan hoax atau ujaran kebencian. Hal ini wajib dilakukan untuk menekan angka hoax dan ujaran kebencian selama tahun politik berlangsung.

“Bisa adukan ke laman aduan konten kominfo. Nanti kita cek kembali apakah itu termasuk hoax atau bukan, lalu kami proses,” pungkasnya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini