Ada Sistem Pendingin dalam Tubuh Manusia, Seperti Apa?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 22 56 1876687 ada-sistem-pendingin-dalam-tubuh-manusia-seperti-apa-ndQZL87F7v.jpg (Foto: Reuters Investigates/Twitter)

JAKARTA - Manusia pada umumnya memiliki suhu tubuh yang konstan, yaitu 37 derajat Celcius. Tahukah Anda bahwa manusia memiliki sistem pendingin guna mencegah panas tubuh yang berlebihan.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan, di dalam tubuh manusia, ada tiga sampai empat juta kelenjar keringat yang menyebar di seluruh kulit.

Pada telapak tangan misalnya, setiap 1 centimeter persegi terdapat 480 kelenjar keringat. Jika kelenjar keringat itu disambungkan satu sama lain, maka panjangnya akan mencapai lima kilometer dalam tubuh manusia.

Di hari yang amat panas, kelenjar keringat itu akan mengeluarkan sekresi lebih dari 200 centimeter kubik setiap hari, bahkan sampai 1.500 centimeter kubik setiap satu jam. Jika keringat keluar dan menyebar ke seluruh permukaan kulit, maka cairan yang dikeluarkan oleh sel keringat ini akan menguap.

Dengan menguap, maka akan terjadi pergantian suhu. Saat keringat menguap, ia akan menyerap panas dari tubuh dan mengembalikannya ke suhu semula yang konstan. Ini adalah sistem pengatur suhu paling kompleks di alam semesta.

Baca juga: Ini Penyebab Cahaya Tak Mampu Tembus Kedalaman Laut

Saat seseorang kedinginan, maka pembuluh darahnya akan menyempit untuk meringankan aliran darah di permukaan kulit bagian luar. Hal itu untuk menjaga agar suhu darah tetap stabil.

Fakta ini merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang telah menciptakan manusia. "Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?," Surah Az-Zariyat Ayat 21.

Kesempurnaan Manusia

Dalam buku 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani dijelaskan, apabila ada seseorang yang hanya memiliki satu mata yang berfungsi, orang tersebut akan mengalami kesulitan menentukan jarak di depannya. Pada kasus ini, orang tersebut harus dapat memperkirakan jarak ke arah depan.

Baca juga: Mengapa Planet-Planet Tak Bertabrakan di Sistem Tata Surya

Kesulitan melihat ruang tiga dimensi pada kasus tersebut dapat dibuktikan dengan mencoba menutup sebelah mata, kemudian menyentuhkan jari telunjuk kiri dengan jari telunjuk kanan secara cepat.

Dengan demikian, kedua mata manusia dengan penglihatan normal memudahkan pekerjaan atau aktivitas kehidupan. Selain itu, manusia memiliki anggota tubuh seperti kedua tangan dan kedua kaki untuk mendukung aktivitas mereka.

Kesempurnaan ini telah disebutkan dalam Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya," Surah At-Tin Ayat 4.

Ayat di atas menunjukkan bahwa manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya serta memiliki alat indera yang berfungsi mendukung aktivitas sehari-sehari. Begitu pula organ tubuh lainnya, kesempurnaan bentuk manusia merupakan karunia dari Allah.

Khusus pada mata, sehingga manusia diberikan kemampuan melihat. Mata merupakan karunia dari Allah agar manusia mampu melihat tanda-tanda kebesaran-Nya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini