EA Ajari AI untuk Bermain Game Battlefield 1

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Minggu 25 Maret 2018 10:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 23 326 1877130 ea-ajari-ai-untuk-bermain-game-battlefield-1-Xcq9IJRuyw.jpg Ilustrasi AI (sumber : pexles.com)

JAKARTA - Melatih Artificial Intelligence (AI) untuk bermain game memang bukan sebuah hal yang baru. Beberapa orang telah mencoba untuk melakukan hal tersebut, meski sang AI sekarang hanya bisa memainkan game simpel saja.

Salah satu perusahaan pengembang game, EA dikabarkan telah membawa hal ini ke tingkatan baru. Pasalnya, divisi Search for Extraordinary Experiences Division (SEED) milik EA dikabarkan telah mengajarkan AI bermain game perang bernama Battlefield 1.

Mengutip dari laman Engadget, SEED mengajarkan para AI melalui sebuah jaringan syaraf khusus. Para AI diajari cara bermain game melalui metode trial and error.

Baca Juga : Main Game PC Sambil Live Streaming via Facebook

Pendekatan yang mereka lakukan adalah memerintahkan AI untuk mempelajari pola seseorang bermain game. Setelah itu, AI akan diminta untuk bermain game tersebut dan melawan musuh yang dikendalikan oleh bot.

Tak lupa juga para AI diajarkan cara mengisi kembali senjata dan menggunakan alat penyembuh. Para AI juga diajari bagaimana cara mengambil peluru dan alat penyembuh agar mereka bisa bertahan dan memenangkan game.

Direktur teknik SEED Magnus Nordin mengatakan, ketertarikan untuk menciptakan AI yang dapat diajari bermain game dimulai sejak DeepMind mengajarkan dirinya sendiri untuk memainkan game-game Atari lama pada 2015.

Baca Juga : Google Play Instant, Pengguna Bisa Jajal Game Sebelum Diunduh

Setelah dia mendirikan SEED, dia dan timnya menggunakan dasar-dasar FPS tiga dimensi untuk melatih jaringan saraf, kemudian bekerja dengan tim Battlefield (DICE) untuk mengintegrasikan agen AI ke dalam lingkungan game mereka.

Yang mengesankan, kini AI mereka dapat bermain melawan pemain manusia, meski sang pemain hanya menggunakan pistol saja. Tetap saja, hal ini menjadi pencapaian yang cukup mencengangkan.

Langkah berikutnya, kata Nordin, dia berencana akan melatih AI untuk menangani strategi yang lebih kompleks. "Seperti kerjasama tim, mengetahui peta dan terbiasa dengan kelas dan peralatan individu," pungkasnya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini