Apple Serius Garap Penerus iPhone X dengan Banderol Murah?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 09:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 25 57 1877641 apple-serius-garap-penerus-iphone-x-dengan-banderol-murah-3YafX4CPsF.png Apple iPhone X (Sumber : Apple.com)

JAKARTA - Apple tampaknya serius dalam menggarap penerus iPhone X dengan harga murah. Hal ini dikarenakan seorang analis senior di Digitimes Research, Luke Lin memprediksi bahwa Apple sedang mempersiapkan perangkat tersebut.

Luke mengatakan, dia telah melakukan pengintaian terhadap rantai pemasok Apple selama beberapa waktu. Hasil analisisnya, Apple dikabarkan akan membagi perangkat tersebut sesuai dengan ukuran dan jenis layar serta kapasitas penyimpanan.

Mengutip dari laman GSMArena, kebanyakan perangkat iPhone akan memiliki layar OLED dengan ukuran 5,85 inci. Akan tetapi, mereka berhasil memangkas manufacturing bill of material (MBOM) dari layar tersebut sebesar 10 persen.

Baca Juga : Apple Usung Layar MicroLED Bikin Ponsel Lebih Tipis

“Apple berhasil membuat biaya MBOM turun 10%. Saat ini MBOM iPhone X lebih dari USD400 pada 2017,” ujar Lin.

Selain itu, perusahaan asal Cupertino tersebut akan membuat ponsel dengan panel LCD dengan ukuran yang sama. Tak luput juga mereka menawarkan versi layar 6,1 inci dengan panel LCD untuk memberikan pengguna pilihan lain.

Sedangkan untuk smartphone premium, Apple kabarnya sudah melakukan pengembangan sebuah smartphone layar OLED dengan ukuran layar 6,45 inci. Mungkin saja, perangkat ini akan menjadi yang termahal jika dibandingkan dengan smartphone lainnya.

Baca Juga : iPhone SE 2 Bakal Pakai "Jidat Hitam" dan Hilangkan Jack Audio 3.5mm?

Sekadar informasi, sebelumnya seorang peneliti asal KGI Securitas Ming-Chi Kuo juga pernah mengeluarkan statement yang sama. Dia mengatakan bahwa jajaran smartphone ini akan menjadi pengganti dari iPhone X yang tidak terlalu laku di pasaran.

Penjualan iPhone X dikabarkan jauh lebih rendah dari penjualan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Hal ini dikarenakan harga jual dari perangkat tersebut yang dirasa terlalu mahal bagi kebanyakan orang. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini