nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LAPAN: Stasiun Antariksa Tiangong-1 Jatuh ke Bumi antara 1-3 April

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 16:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 29 56 1879732 lapan-perkirakan-tanggal-jatuh-stasiun-antariksa-tiangong-1-9GozH7VuGl.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Stasiun antariksa milik China, Tiangong-1 dikabarkan akan masuk ke lapisan atmosfer Bumi dalam beberapa hari lagi. Namun, hingga saat ini masih tidak diketahui di mana stasiun antariksa tersebut akan mendarat.

Baru-baru ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan informasi terbaru mengenai satelit tersebut. Mereka mengatakan jika Tiangong-1 sudah berada di ketinggian 700 kilometer.

Jika dibandingkan dengan minggu lalu, stasiun antariksa tersebut sudah turun 20 kilometer. Kala itu, Tiangong-1 masih ada di ketinggian 220 kilometer.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin memperkirakan bahwa sampah angkasa tersebut akan baru jatuh ke Bumi ketika sudah ada di ketinggian 120 kilometer. Ini berarti waktu dari kejatuhan tersebut sudah bisa diprediksi.

Akan tetapi, Thomas mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang harus dipastikan untuk menebak dengan pasti kapan benda antariksa ini akan jatuh. Hingga saat ini, keakuratan dari penentuan tanggal masih +/- 7 hari.

“Kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara kerapatan atmosfer sendiri dipengaruhi aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi,” tulis Thomas dalam akun Facebook pribadinya.

"Berdasarkan kondisi kerapatan atmosfer yang dipengaruhi aktivitas matahari saat ini, Tiangong-1 diprediksi akan jatuh sekitar 1-3 April 2018,” lanjutnya.

Akan tetapi, Thomas menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir. Hal ini dikarenakan Tiangong-1 akan hancur sebelum menyentuh Bumi.

“Dengan bobot 8,5 ton, Tiangong-1 akan hancur sebelum mendarat,” lanjutnya.

Baca juga: Jatuh ke Bumi 4 April, di Mana Tiangong-1 Akan Mendarat?

Sekedar informasi, beberapa pihak pengawas satelit luar angkasa juga sudah melakukan pemantauan terhadap stasiun antariksa Tiangong-1. Mereka memperkirakan jatuhnya satelit tersebut di beberapa lokasi, seperti China, Jepang, Amerika, dan lainnya.

Baca juga: Mengerikan! Tiangong-1, Stasiun Luar Angkasa Akan Hancur dan Jatuh ke Bumi?

Terakhir, Thomas mengingatkan jika LAPAN terus memantau prakiraan lintasan terakhir Tiangong-1. Informasi tentang kejatuhan Tiangong-1 bisa dibaca di blog pribadinya maupun situs LAPAN.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini