Share

Benarkah Matahari Akan Padam dan Menyebabkan Kepunahan?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 29 56 1879930 benarkah-matahari-akan-padam-dan-menyebabkan-kepunahan-gkvNY24cXe.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Sinar matahari dimanfaatkan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis. Dengan demikian, tanaman tersebut bisa tumbuh dan dikonsumsi oleh manusia maupun hewan.

Sinar matahari juga mempunyai manfaat lainnya, tidak hanya untuk tanaman. Terangnya Bumi karena sinar matahari juga membantu makhluk hidup untuk mencari makan, beraktivitas dan lain-lain.

Bila dunia tanpa sinar matahari, maka hal ini mungkin bisa berdampak buruk bagi kelangsungan makhluk hidup.

Matahari merupakan bola pijar raksasa yang terus menerus memancarkan cahayanya ke seluruh alam semesta, planet-planet di sistem tata surya, termasuk Bumi. Meskipun demikian, secara sains dapat dijelaskan bahwa suatu hari matahari akan padam.

Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani, dkk mengungkap bahwa matahari akan benar-benar padam dan menyebabkan kepunahan. Seperti diketahui, cahaya matahari muncul karena terjadinya proses kimia pada permukaannya yang berlangsung selama lima miliar tahun.

Dalam Alquran disebutkan mengenai matahari. "Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui," bunyi Surah Yaasin Ayat 38.

Ayat ini dalam bahasa Arab yang digunakan ialah 'mustaqarr', yang berarti tempat atau waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, Alquran mengatakan bahwa matahari berjalan menuju waktu yang telah ditentukan.

Hingga sampai pada waktu tertentu, matahari akan berakhir, redup atau padam. Sains juga menjelaskan bahwa benda-benda di alam semesta terbentuk akibat terjadinya peristiwa Big Bang atau ledakan besar.

Baca juga: Inikah Gambaran Neraka saat Amati Fenomena Letupan Matahari

Maka, benda-benda ini juga akan hancur karena terjadi ledakan besar akibat kekuatan energi yang melampaui batas. Dalam buku lain, 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani, kondisi kehancuran alam semesta saat kiamat digambarkan pada Surah At-Takwir ayat 1-2.

Baca juga: Guncangan Hebat Terjadi di Seluruh Dunia saat Peristiwa Kiamat

"Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan," bunyi ayat tersebut. Apabila diperhatikan, ayat ini menjelaskan mengenai berkurangnya materi dan energi matahari, sehingga berubah menjadi bintang yang lebih redup. Selanjutnya, matahari akan berubah gelap tanpa mengeluarkan cahaya.

Follow Berita Okezone di Google News

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini